Kenapa sih Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia?

Kenapa sih Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia?
Remaja Finlandia terlihat sangat gembira. (Reuters)

Hasil studi PBB menyatakan, tahun ini Finlandia kembali ditetapkan menjadi negara paling bahagia di dunia. Ada sejumlah faktor yang membuat negara di Skandinavia ini paling bahagia. Berikut ulasannya.

Inibaru.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali merilis daftar Negara Paling Bahagia di Dunia. Tahun ini, Finlandia kembali memuncaki daftar tersebut. Pada 2018 lalu, negara di utara Eropa itu juga dinobatkan dengan gelar yang sama.

Negara yang termasuk dalam Skandinavia ini memang terkenal dengan museum, taman, dan seni budayanya. Namun, selain hal-hal itu, ada beberapa alasan yang menjadikannya sebagai Negara Terbahagia dari total 156 negara yang disurvei.

Profesor ekonomi dari University of British Columbia John Helliwell membeberkan pertanyaan apa saja yang dilontarkan kepada responden. Selain tentang kebahagiaan, responden ditanyai pula mengenai usia harapan hidup, pendapatan, dukungan sosial, dan tingkat korupsi di negaranya seperti ditulis Kompas.com, Kamis (21/3/2019).

Berdasarkan semua pertanyaan itu, Finlandia unggul di sejumlah sektor. Berikut beberapa di antaranya.

Seorang profesor ekonomi dari University of British Columbia, John Helliwell, mengatakan, survei ini dilakukan dengan mewawancarai warga dari ke-156 negara itu terkait level kebahagiaan mereka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini yang Sebabkan Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia", https://travel.kompas.com/read/2019/03/21/082000027/ini-yang-sebabkan-finlandia-jadi-negara-paling-bahagia-di-dunia.
Penulis : Sherly Puspita
Editor : I Made Asdhiana

Kekuatan Ekonomi

Kalau kamu berpikir negara yang bahagia adalah negara yang kaya, konsep itu nggak sepenuhnya benar. Negara yang bahagia adalah negara yang mampu menangani ekonomi global yang nggak stabil dan Finlandia unggul dalam bidang ini.

Beberapa tahun terakhir, Finlandia mengalami kemerosotan ekonomi. Namun, negara dengan bendera berwarna putih dan biru itu mampu bangkit dalam tempo yang cepat. Hanya sekitar enam persen populasi di Finlandia yang hidup dalam kemiskinan.

Finlandia memang memberi pajak tinggi kepada warganya tapi pajak tersebut diinvestasikan dengan bijaksana sehingga mampu menciptakan program-program sosial yang merata untuk membentuk sistem jaminan sosial. Salah satu contohnya yakni menyediakan layanan kesehatan gratis untuk penduduk, memberikan dukungan bagi pengangguran, menjamin pendidikan tinggi gratis, bahkan ‘kotak Kela’ gratis untuk setiap bayi yang lahir di Finlandia.

Angka Korupsi Rendah

Kasus suap, korupsi, penggelapan, dan penyalahgunaan jabatan sangat jarang terjadi di Finlandia. Bahkan, polisi di Finlandia disebut sebagai polisi yang paling jujur di dunia. Faktor inilah yang membuat Finlandia dipilih sebagai negara paling bahagia dalam dua tahun berturut-turut.

Kesejahteraan Imigran

Selain membuat nyaman para penduduknya, Finlandia disebut sebagai negara yang ramah dan akomodatif terhadap para imigran. Pemerintah Finlandia juga menyediakan kursus bahasa Finlandia dan informasi tentang kehidupan Finlandia bagi para imigran.

Kebebasan Memilih

Finlandia merupakan salah satu negara yang membebaskan penduduknya untuk memilih dalam berbagai hal. Sejumlah contohnya seperti kebebasan secara fisik dengan banyaknya jumlah ruang terbuka untuk dikunjungi, kebebasan secara sosial dengan undang-undang yang menghargai kebebasan, hingga kebebasan memilih pemimpinnya.

Negara ini menggunakan sistem pemerintahan semipresidensial. Parlemen Finlandia adalah otoritas legislatif tertinggi negara dengan anggota sebanyak 200 orang. Parlemen ini bisa mengubah konstitusi negara dan bahkan mengalahkan hak veto presiden.

Dengan pelbagai pertimbangan itu, PBB memutuskan Finlandia menjadi Negara Paling Bahagia. Bukan suatu hal yang mustahil Indonesia bisa menggeser Finlandia asalkan sejumlah faktor di atas lebih ditingkatkan. Eits, tapi sobat Millens masih bahagia kan jadi warga Indonesia. (IB24/E04)