Ternyata, Ini Alasan Bentuk Obat Nyamuk Bakar Spiral

Ternyata, Ini Alasan Bentuk Obat Nyamuk Bakar Spiral
Bentuk obat nyamuk yang spiral ternyata punya asal-usul. (YouTube/AlaskaGranny)

Kamu pernah menyadari nggak kalau obat nyamuk bakar bentuknya spiral seperti ular yang sedang melingkar. Ternyata, ada alasan di balik bentuk yang sangat unik ini. Apa ya maknanya?

Inibaru.id - Millens, kamu pernah penasaran nggak mengapa bentuk obat nyamuk bakar spiral? Meski asapnya terkadang cukup mengganggu, realitanya obat nyamuk bakar masih dijadikan pilihan banyak orang agar nggak digigit serangga pengisap darah ini. Hanya, kamu penasaran nggak sih mengapa bentuknya bisa unik seperti itu?

Jika dibandingkan dengan jenis obat nyamuk lainnya seperti elektrik atau semprot, harga obat nyamuk bakar juga lebih terjangkau. Selain itu, kalau kamu membutuhkan penghalau nyamuk saat berada di luar rumah, obat nyamuk bakar tentu bakal lebih efektif. Asapnya yang cukup tebal bisa memberikan perlindungan lebih besar.

Hanya, sebenarnya apa sih alasan obat nyamuk bakar bentuknya spiral?

Kalau kamu pikir bentuk spiral ini dibuat karena alasan estetik atau mode, kamu salah Millens. Ternyata, alasan dari bentuk spiral ini lebih ke fungsi. Oh iya, sebagai informasi, orang yang menciptakan obat nyamuk spiral ini adalah laki-laki Jepang bernama Eichiro Ueyama. Dulu, sebutan untuk obat nyamuk bakar adalah dupa nyamuk.

Ueyama terlahir dari keluarga petani jeruk. Hanya, saat beranjak dewasa, dia pindah ke Tokyo. Di kota inilah, dia melakukan penelitian tentang dupa nyamuk yang habis dalam waktu yang cepat.

Ilustrasi -  Ular melingkar jadi inspirasi Ueyama dalam membuat obat nyamuk bakar berbentuk spiral. (Pixabay)<br>
Ilustrasi -  Ular melingkar jadi inspirasi Ueyama dalam membuat obat nyamuk bakar berbentuk spiral. (Pixabay)

Dupa nyamuk ini sebenarnya sudah ada sejak 1890. Bahan baku dari obat nyamuk ini adalah bubuk Prytherum yang berasal dari tanaman bunga dari family Asteraceae. Hanya, bentuk dupa ini mirip dengan dupa yang biasa kamu temukan di kuil-kuil, yakni batangan. Dupa nyamuk ini pun cenderung mudah patah dan cepat habis jika ada angin yang kencang.

Ueyama mencari cara agar dupa nyamuk ini nggak cepat habis. Nah, istrinya kemudian menemukan seekor ular yang sedang melingkar di halaman rumahnya. Saat menceritakan hal ini kepada Ueyama, Ueyama kemudian terinspirasi untuk membuat dupa nyamuk dengan bentuk melingkar seperti ular. Hal ini disebabkan oleh panjang dupa yang terbakar sebenarnya jauh lebih panjang dibandingkan dengan dupa nyamuk lurus.

Tercatat, pada 1902, obat nyamuk bakar dengan bentuk spiral mulai dijual di pasaran. Beda dengan dupa nyamuk biasa yang cepat habis, obat nyamuk spiral ini bisa bertahan hingga enam jam.

Ternyata, kisah bentuk obat nyamuk bakar yang spiral ini unik juga, ya Millens. Omong-omong, kamu masih memakainya di rumah nggak, nih?  (Ind/IB28/E07)