Terlihat Lebih Tua, Kenapa Laki-Laki Menumbuhkan Jambang?

Terlihat Lebih Tua, Kenapa Laki-Laki Menumbuhkan Jambang?
Jambang membuat laki-laki lebih dominan. (Shutterstock via Suara)

Dengan tumbuhnya jambang, laki-laki bisa terlihat lebih tua. Tapi kenapa ya mereka tetap menumbuhkannya?

Inibaru.id – Kamu mungkin berpikir bahwa lelaki yang menumbuhkan jambang pengin menarik perhatian lawan jenis. Tapi, nyatanya nggak selalu demikian. Jambang merupakan bagan dari evolusi untuk membantu lelaki berada pada posisi yang lebih unggul.

Jadi begini, jambang bisa membuat lelaki merasa lebih dominan. Nah, dominasi ini dibutuhkan untuk menyingkirkan saingan, Millens. Yap, persaingan memang nggak bisa dihindari. Meski begitu, nggak semua perempuan menyukai lelaki berjambang. Banyak juga yang lebih memilih lelaki klimis.

Adanya perbedaan bukti inilah yang nggak konsisten inilah yang membuat kita nggak bisa menyimpulkan brewok atau jambang untuk menarik perhatian lawan jenis.

Sejumlah penelitian menunjukkan laki-laki atau perempuan yang melihat lelaki dengan brewok atau jambang akan beranggapan mereka lebih tua, lebih kuat, dan agresif dibanding lelaki lain yang lebih “mulus”. Nah, laki-laki yang dominan ini memiiki peluang yang lebih besar mendapatkan pasangan karena dia “berhasil” mengintimidasi lawannya.

Tren di Inggris

Jambang pernah tren di Inggris. (Pixabay)
Jambang pernah tren di Inggris. (Pixabay)

Sebuah penelitian dari Nigerl Barber bahkan mengaitkan antara gaya brewok di Inggris pada 1842 sampai 1971 dengan rasio antara laki-laki dan perempuan yang kala itu mencari pasangan. Saat itu, proporsi lelaki lebih banyak dibanding perempuan. Uniknya, pada saat yang sama brewok dan kumis sedag tren. Ini menunjukkan adanya usaha mengintimidasi lawan untuk mendapatkan peluang kawin.

Eh tapi, brewok bukan satu-satunya hal yang menunjukkan dominasi lo. Suara juga punya pengaruh yang sama. Orang cenderung memilih pemimpin dengan suara bernada lebih rendah, dan pada tugas-tugas kompetitif, laki-laki akan menurunkan suaranya jika mereka merasa lebih dominan dibanding lawannya. Hm

Sama seperti rambut di wajah, nada suara membedakan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki yang memiliki suara rendah dianggap lebih menarik. semakin rendah, semakin dominan. Sebaliknya, suara yang terlalu dalam dan tinggi dianggap nggak populer.

Berbicara mengenai apa yang dianggap menarik lawan jenis, para lelaki punya pendapat yang berbeda. Rata-rata laki-laki berpendapat bahwa badan mereka harus berotot lebih besar dibanding yang diharapkan perempuan, sementara rata-rata perempuan berpikir mereka harus mengenakan riasan lebih tebal dan berbadan kurus.

Intinya, kita nggak selalu tepat dalam menilai apa yang dianggap menarik oleh lawan jenis, tapi mungkin itu sebagian karena insting kita juga berkembang dalam upaya untuk mengungguli sesama jenis sekaligus juga berusaha menarik pasangan.

O ya, kamu harus paham bahwa penelitian tersebut dilakukan di negara Barat sehingga mungkin ada perbedaan pandangan dengan kita orang Asia.

Jadi, menurutmu, apa yang kamu butuhkan untuk menarik lawan jenis nih, Millens? (BBC/IB21/E03)