Terlalu Sering Main Gawai, Waktu Santai Milenial Jadi Berkurang

Terlalu Sering Main Gawai, Waktu Santai Milenial Jadi Berkurang
Ilustrasi main gawai. (Researchgate)

Karena sibuk bermain gawai, generasi milenial disebut kekurangan waktu santai. Duh, kok bisa ya?

Inibaru.id – Gawai dan kaum milenial seperti dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Generasi yang dihuni orang-orang kelahiran 1980 hingga awal 2000-an ini sangat lekat dengan gawai dalam kesehariannya. Hal itu rupanya mempengaruhi jumlah waktu santai yang dimiliki kaum milenial.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan perusahaan riset pasar YouGov, generasi milenial hanya memiliki waktu bersantai sekitar 7 jam dalam seminggu dari 168 jam yang dimiliki mereka. Ini berarti setiap hari generasi milenial hanya punya waktu untuk rileks kurang dari 60 menit. Kesibukan antara rumah dan kegiatan wajib membuat mereka memiliki waktu bersantai sedikit.

Pernyataan tersebut didapat dari hasil survei yang dilakukan kepada 2000 orang Inggris yang berusia 18-34 tahun. Dari jumlah orang itu, mayoritas peserta mengatakan mereka nggak bisa bertahan lebih dari 10 menit tanpa memeriksa gawainya. Bahkan, 6 dari 10 peserta mengatakan mereka nggak pernah benar-benar rileks karena selalu mengecek ponsel untuk melihat email dan pesan.

Selain itu, para responden mengaku hanya memiliki waktu rileks sebanyak 90 menit untuk merasa beristirahat sepenuhnya. Kemudian, 46 persen lainnya mengatakan mereka berharap gawai nggak pernah ditemukan sehingga mereka bisa lebih mudah berhenti.

Disadari atau tidak, gawai memang menyita banyak waktu milenial. Nah, biar kamu punya cukup waktu untuk bersantai, cobalah mengurangi intensitas membuka gawai. Kalau perlu, buatlah jadwal tanpa gawai dalam kurun waktu tertentu dalam sehari. Kamu termasuk yang punya banyak waktu untuk bersantai atau nggak nih, Millens? (IB07/E04)