Terjaring OTT KPK, Bupati Sidoarjo Tak Tahu Alasan Penangkapannya

Terjaring OTT KPK, Bupati Sidoarjo Tak Tahu Alasan Penangkapannya
Bupati Sidoarjo. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah terjaring OTT KPK. Hanya saja, Saiful justru mengaku nggak mengerti alasan mengapa dirinya ditangkap. Kasus apa yang menjeratnya?

Inibaru.id – Selasa (7/1/20) malam, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Saiful kemudian diperiksa di ruang pemeriksaan Subdit II Tipidkor Mapolda Jatim, Surabaya hingga Rabu (8/1) dini hari.

CNNIndonesia, Rabu (8/1) menulis, Saiful terlihat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 04.30 WIB sambil memakai masker untuk menutup mukanya. Saiful kemudian digiring menuju bus polisi.

“Sehat. Nggak ada apa-apa,” ucap Saiful saat diberondong pertanyaan oleh awak media.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo ini mengaku nggak mengerti alasan dirinya ditangkap oleh KPK.

“Aku dewe nggak eroh kok (saya sendiri tidak tahu kok),” katanya.

Nggak hanya Saiful, beberapa orang lain juga terlihat digiring para penyidik KPK ke bus polisi. Mereka adalah ajudan bupati dan perwakilan dari swasta. Selain itu, terlihat juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo, Ari Suryono.

Melalui keterangan resminya, KPK membenarkan penangkapan Saiful Ilah.

“KPK telah mengamankan seorang kepala daerah dan beberapa pihak lainnya di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terkait pengadaan barang dan jasa,” tulis Ketua KPK, Firli Bahuri.

Ini merupakan OTT kali pertama di bawah kepemimpinan Firli Bahuri. Hanya saja, KPK belum mengungkap lebih jauh tentang kasus ini karena pihak-pihak yang diamankan masih dalam tahap pemeriksaan awal.

Berdasarkan data yang dimiliki KPK, Saiful memiliki harta lebih dari Rp 60 miliar. Aset tanah dan bangunannya juga bernilai fantastis, yakni lebih dari Rp32 miliar. Selain itu, Saiful juga memiliki sembilan buah mobil dengan nilai total Rp570 juta.

Meski banyak pihak meragukan kinerjanya, semoga saja KPK terus melakukan tugasnya dengan baik dalam memberantas korupsi di Indonesia, ya Millens! (IB09/E06)