Terendam Setengah Abad, Kota Berusia 300 Tahun di Filipina Kembali Muncul

Terendam Setengah Abad, Kota Berusia 300 Tahun di Filipina Kembali Muncul
Bendungan Pantabangan yang mengering. (Tripzilla.ph)

Kota tua yang telah tenggelam selama setengah abad kini kembali muncul. Hal ini terjadi di Filipina usai sebuah bendungan kering. Seperti apa kronologinya?

Inibaru.id - Kota tua berusia 300 tahun yang diketahui hilang akibat pembangunan bendungan di Filipina kini diketahui muncul kembali. Kota tersebut muncul akibat kekeringan yang membuat air bendungan menyusut secara drastis.

Diketahui, bendungan tersebut dibangun pada tahun 1970. Rendahnya curah hujan di Asia Tenggara, termasuk Filipina, membuat ketinggian air di bendungan menyusut.

Kota tersebut adalah Old Pantabangan yang terletak di Provinsi Nueva Ecija. Selama hampir 50 tahun, kota tersebut nggak pernah terlihat karena terendam air bendungan. Hingga pada saat kota tersebut muncul kembali, orang Filipina digegerkan olehnya.

Puing kota Old Pantabangan. (John Salem Fernandez)
Puing kota Old Pantabangan. (John Salem Fernandez)

Saat kemunculannya kembali, para mantan penduduk kota tersebut serta turis berbondong-bondong melihatnya. 

Beberapa penduduk mempercayai tahayul bahwa munculnya Old Pantabangan adalah pertanda harapan dari pandemi corona.

Salah seprang mantan penduduk yang pernah tinggal di kota tersebut mengaku terpaksa mengungsi untuk menemukan tempat lain.

“Saya  tumbuh di tempat itu sebelum tenggelam oleh bendungan. Kami dipaksa untuk mengungsi dan menemukan tempat lain untuk hidup," jelas Agustin.

Dirinya mengaku senang kembali ke tempat tersebut dan mengenang masa lalunya sebelum kota tersebut ditenggelamkan. Seorang warga yang merekam suasana kota Old Pantabangan dari drone mengaku bahwa dirinya nggak pernah melihat penampakan kota tersebut sebelum ditenggelamkan.

Slaha satu aliran di bendungan pantabangan. (Tupang Gala)
Slaha satu aliran di bendungan pantabangan. (Tupang Gala)

Namun dirinya sadar akan sejarah kota tua tersebut. Dari kunjungannya tersebut, dirinya mengatakan bahwa banyak warga yang berduyun-duyun datang ke tempat itu.

Salah satu sumber mengatakan bahwa pada 1970-an, warga Old Pantabangan mengorbankan properti mereka untuk pembangunan bendungan Bendungan tersebut diketahui merupakan salah satu bendungan terbesar di Asia tenggara,

Old Pantabangan akhirnya ditenggelamkan dan mengairi lahan luas yang memungkinkan provinsi Nueca Ecija menjadi penghasil beras terbesar di Filipina.

Kira-kira setelah ini bakal dijadikan wisata kota yang pernah tenggelam atau kembali dijadikan bendungan ya, Millens (Kom/IB27/E05)