Terdakwa KTP-el Mengungkap Asal Arloji Mewah Setya Novanto

Awal 2017, Novanto mengembalikan jam tangan mewah ini, tepatnya sejak mulai terkuaknya kasus KTP-el.

Terdakwa KTP-el Mengungkap Asal Arloji Mewah Setya Novanto
Setya Novanto (IDN Times)

Inibaru.id – Andi Agustinus alias Andi Narogong, terdakwa kasus KTP-el mengungkap banyak fakta tentang kasus korupsi ini dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11/2017). Salah satu hal yang Dia ungkap adalah pemberian jam tangan bermerek Richard Mille untuk Setya Novanto dari kontraktor KTP-el.

Andi bersama dengan kontraktor KTP-el lainnya, yakni Johannes Marliem, memberikan arloji berharga Rp 1,3 miliar ini pada Setya Novanto. Arloji ini dibeli Johannes di Amerika Serikat. Setelahnya, Andi dan Johannes memberikan arloji ini pada Novanto sebagai hadiah ulang tahun pada 12 November 2012. Hadiah arloji ini juga sebagai ungkapan terima kasih karena Novanto yang saat itu menjadi Ketua Fraksi Golkar 2009-2014 membantu meloloskan anggaran proyek KTP-el di DPR RI.

Baca juga:
Mengenal Dwina, Putri Setnov yang Mangkir dari Panggilan KPK
Dua Anak dan Keponakan Setya Novanto Jadi Saksi Korupsi KTP-el

“Jadi Pak (Johannes) Marliem bilang mau memperhatikan Pak Setya Novanto sekitar 2012 akhir. Marliem bilang, ‘dia (Novanto) mau ulang tahun nih, kita patungan saja untuk beli jam tangan’,” ucap Andi saat menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum KPK Abdul Basir sebagaimana dikutip dari JPNN.com (30/11/2017).

Andi setuju dengan ide ini dan memberikan uang sebanyak Rp 650 juta pada bos PT Biomorf itu. Johannes pun kemudian membeli jam tangan mahal ini di Amerika Serikat. Setelahnya, keduanya memberikan arloji ini kepada Novanto di rumahnya.

“Pak Nov senang. Pak, ini hadiah dari kami berdua untuk ulang tahun bapak dan bantuan bapak selama ini,“ ucap Andi sambil menirukan kata-katanya saat memberikan hadiah arloji ini pada Novanto.

Baca juga:
Tentang “Benjol Sebesar Bakpau” di Pelipis Setya Novanto
Kisah Setnov sebelum Kecelakaan: Siapa Tamu Misterius Itu?

Awal 2017, arloji ini dikembalikan Novanto kepada Andi, tepatnya sebelum Andi ditangkap KPK. Novanto melakukannya karena tahu KPK sudah mulai mencium kejanggalan pengadaan KTP-el yang bermasalah. “Pak Nov kembalikan. ‘Ini ribut-ribut KTP-el saya kembalikan’,” lanjut Andi.

Arloji ini pun kemudian dijual oleh Andi di Tata Watch yang ada di kawasan Blok M dengan harga lebih dari satu miliar rupiah. Ia mengambil Rp 650 juta dan sisanya diberikan pada staf Johannes Marliem bernama Pak Raul. (AW/SA)