Terapkan Berbagai Hal Sederhana Ini untuk Membuktikan Kamu Pribadi yang Beretika

Terapkan Berbagai Hal Sederhana Ini untuk Membuktikan Kamu Pribadi yang Beretika
Pribadi yang baik adalah pribadi yang senantiasa menjaga etika dalam pergaulannya. (Unsplash)

Secerdas atau sekaya apa pun kamu jika nggak memiliki etika yang baik, orang akan memandangmu dengan sebelah mata. Sebab, etika adalah pondasi untuk membangun sosialisasi yang baik.

Inibaru.id – Mungkin hal-hal berikut ini terkesan sepele, tapi jika kamu memperhatikannya dengan baik dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka kamu pantas dilabeli sebagai pribadi yang beretika. Nah, kira-kira apa saja ya hal-hal tersebut?

Kunyah Dulu, Baru Ngomong!

Yap, jangan biasakan ngomong sambil ngunyah ya, Millens! Ada baiknya jika kamu selesaikan dulu kunyahanmu, baru bicara. Sebab, berbicara sambil mengunyah makanan itu kurang etis dan nggak jarang juga membuat illfeel lawan bicara. So, jangan sampai gebetanmu lepas hanya karena makananmu nyiprat ke mana-mana gara-gara ini! Ha-ha

Jangan Asal Terjang Genangan!

Entah bermotor, bermobil atau bahkan bersepeda sekali pun jangan sampai kamu sengaja menerjang genangan! Ingat, jalanan itu bukan milikmu sendiri dan caramu yang asal-asalan mengendarai kendaraan membuat cipratan yang luar biasa bagi pengendara lain. Kalau genangan airnya bau, gimana? Kasihan, kan? Yuk, jangan egois! Hargai sesama pengendara dan pelankan lajumu saat menjumpai kenangan, eh genangan maksudnya! Ha-ha.

Biasakan Budaya Tumpuk Tengah

Beberapa tahun terakhir, banyak yang menyuarakan social campaign terkait kegiatan menumpuk piring di tengah setelah makan di restoran. Bagi sebagian orang, mungkin kegiatan ini dirasa nggak penting dan justru mengambil job desc dari pelayan restoran. Padahal dengan tindakan yang sederhana itu, kamu bisa membantu untuk meringankan beban mereka dan yang pasti, kamu pun jadi lebih nyaman saat mengobrol.

Setop Kepo Urusan Orang Berlebihan!

Jangan terlalu kepo pada urusan orang! Nggak hanya pada orang yang baru dikenal, terhadap orang yang sudah akrab pun jangan sampai kepo berlebihan. Apalagi jika itu menyinggung hal-hal yang bersifat pribadi. Sebab, nggak semua orang suka diulik urusannya.

Jangan Menyudutkan Orang di Tempat Umum!

Ini biasa terjadi di lingkungan orang-orang yang sering berdiskusi maupun meeting. Kadang secara nggak sadar kamu menunjukkan kekurangan atau kesalahan orang lain dengan berlebihan di depan umum. Secara etika, itu nggak baik!

Jika memang dia ada kekurangan atau kesalahan, tahan dirimu dulu! Baru ketika ada waktu ngobrol berdua, sampaikan kritikmu secara personal. Cara yang demikian itu jauh lebih bijak dari tindakan yang terkesan menyudutkan pribadi orang lo, Millens!

Jangan Merasa “Paling” dalam Hal Apa pun!

Terkadang, tanpa sengaja bilang “alah, masih mending yo..kalau aku....”. Hmmm, memang sih, merasa “paling” adalah naluri manusia pada umumnya. Entah itu “paling bahagia” maupun “paling ngenes”. Nah, mulai sekarang kurang-kurangi ya untuk merasa dan menunjukkan bahwa hidupmu itu “paling bla..bla..bla” di hadapan orang yang sedang bercerita. Sebab, nggak sedikit orang yang akhirnya enggan terbuka pada kita hanya karena kita sendiri sering mengabaikan inti cerita dari orang yang sedang berbagi rasa.

Meski mungkin niatmu baik atau untuk memotivasi orang yang kebetulan down agar bisa lebih strong, tapi dengan pembandingan hidup menggunakan kata “paling” yang disematkan pada diri sendiri bukanlah hal yang keren. He-he.

Hargai Perbedaan Agama dan Perspektif Orang Lain!

Semakin ke sini, banyak sekali masalah yang muncul karena perbedaan. Baik itu perbedaan agama, perspektif terhadap hidup hingga pilihan politik. Hmm, padahal perbedaan adalah kunci dari keberagaman hidup yang akan memberi warna tersendiri bagi hidup.

Nah, jika memang kamu termasuk pada tim yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan pencinta keberagaman, ada baiknya jika kamu menghormati segala bentuk perbedaan yang ada pada dirimu dengan orang lain. Sebab, menghormati bukan berarti menerima atau mengiyakan, namun sebagai wujud apresiasi atas kemerdekaan hidup sebagai manusia seutuhnya.

Gimana, Millens? Sederhana, kan? Yap, semua itu sebenarnya sederhana dan mudah saja untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, yuk biasakan untuk menjadi orang baik yang menjunjung tinggi etika pergaulan! (IB23/E05)