Tepis Mitos, Begini Cara Tetap Bahagia meski Melajang hingga Usia 30-an!

Tepis Mitos, Begini Cara Tetap Bahagia meski Melajang hingga Usia 30-an!
Melajang hingga usia 30-an? Nggak masalah! (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Konon, hidup baru dimulai saat kamu berkepala tiga. Mungkin, ini hanya pemakluman orang-orang yang melajang hingga usia 30-an. Namun, mungkin, hal itu memang benar adanya. Gimana bisa?

Inibaru.id – Memasuki kepala tiga, sebagian orang yang masih berstatus lajang nggak jarang mulai merasa insecure. Di negeri ini, melajang hingga usia 30-an memang nggak lazim dan kerap dianggap sebagai tolok ukur ketidakbahagiaan seseorang. 

Ya, di negeri yang hampir nggak ada orang yang mempermasalahkan ajakan untuk menikah muda ini, kamu mungkin nggak bakal dianggap kasar saat mengolok-olok orang yang belum menikah hingga usia 30-an.

Bahkan, nggak jarang pelbagai mitos terhadap para lajang berkepala tiga ini pun dimunculkan. Nah, buat kamu yang masih insecure lantaran masih lajang hingga usia 30-an, kamu perlu membaca ini sampai tuntas!

Nggak Bakal Laku

Melajang hingga usia 30-an bukan berarti nggak laku, kok! (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Melajang hingga usia 30-an bukan berarti nggak laku, kok! (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Nggak sedikit yang bilang, orang yang belum menikah hingga usia 30-an memang nggak bakal laku, karena dia nggak berkualitas. Hm, big no! Pilihanmu adalah tanggung jawabmu. Setiap orang mencintai dirinya, karena itu bakal mencari orang yang punya kualitas setara dengan dirinya.

Kamu mungkin sosok pengejar karier atau masih sibuk dengan pendidikan? Lakukanlah! Kamu yang masih jatuh cinta pada solo travelling dan merasa hobi itu bakal terhenti karena menikah, adakah alasan untuk menikah?

Menikahlah dengan orang yang tepat dan saat kamu siap. Kalau merasa belum pengin menikah, untuk apa dipaksakan?

Bukan Pasangan Idaman

Melajang hingga usia 30-an mungkin menjadi jalanmu untuk mendapatkan pasangan yang tepat. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Melajang hingga usia 30-an mungkin menjadi jalanmu untuk mendapatkan pasangan yang tepat. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Petuah paling mudah diucapkan dan sulit sekali dijalankan adalah bahwa tiap orang spesial! Namun, sejatinya, tiap orang memang spesial. Jadi, kalau kamu merasa belum menemukan jodoh idaman hingga lewat usia 30 tahun, nggak lantas berarti kamu bukan pasangan idaman.

Yap, tiap orang memang harus berbenah. Jangan berharap mendapat pasangan yang sempurna kalau kamu nggak sempurna. Kamu mungkin cuma belum menemukan jodohmu, atau jodohmu belum menemukanmu! Ha-ha.

Kehilangan Teman

Melajang hingga usia 30-an nggak bikin kamu kehilangan teman, kok! (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Melajang hingga usia 30-an nggak bikin kamu kehilangan teman, kok! (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Lajang atau tidaknya seseorang bukanlah indikator sebuah pertemanan. Kalau temanmu menjauhimu karena kamu berstatus lajang hingga usia 30 tahunan, kamu mungkin perlu mengevaluasi lagi pertemananmu, Millens.

Menikah bukanlah sebuah pencapaian. Menikah hanyalah satu fase hidup yang bisa kamu jalani atau skip kalau memang nggak kamu butuhkkan.

Pakar hubungan Susan Winter dalam Mydomaine (9/1/2020) bahkan sempat menyampaikan, menikah adalah pekerjaan yang berat. Meski kadang nggak disadari, hanya sedikit orang yang bisa fokus dengan pemikirannya sendiri saat sudah menikah.

Kedekatan dan berpasangan membutuhkan banyak ruang di kepala,” tulis Winter. Menohok sekali!

Melajang hingga usia 30-an justru bikin kamu lebih memahami diri sendiri. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Melajang hingga usia 30-an justru bikin kamu lebih memahami diri sendiri. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Nah, kalau pengin tetap bahagia meski masih melajang hingga usia 30-an, jalan satu-satunya adalah dengan mengenali dirimu sendiri. Bahagia itu kamu yang bikin!

Oya, pikirkan ini baik-baik: tua melajang tapi bahagia, atau menikah tapi dengan pilihan yang salah? Ha-ha. (IB03/E03)