Habis Tampil Memukau di Fashion Show Paris, Tenun Ikat Troso Jepara Kena Petisi

Habis Tampil Memukau di Fashion Show Paris, Tenun Ikat Troso Jepara Kena Petisi
Salah satu model di “La Mode” Sur La Seine a Paris mengenakan baju bermotif tenun ikat Troso. (Liputan6)

Motif kain Troso yang digunakan dalam ajang fashion show internasional di Paris menuai kecaman karena dianggap menjiplak motif tenun ikat khas Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Inibaru.id – Siapa sih yang nggak bangga ketika budaya asli Indonesia mendapat panggung di kancah internasional? Nggak terkecuali ketika busana desain dua siswa SMK asli Kudus, Jawa Tengah, Fitria Noor Aisyah dan Farah Aurellia Majid yang menggunakan kain ikat Troso Jepara ini mejeng beberapa waktu yang lalu di "La Mode" Sur La Siene Paris Prancis.

Beragam pujian dilayangkan. Sayang, hal itu nggak berlangsung lama. Kini, muncul petisi yang mengklaim motif yang dipamerkan tersebut menjiplak motif tenun Sumba.

Hingga berita ini diturunkan, petisi yang diinisiasi Herman Umbu Billy ini sudah ditandatangani lebih dari 11 ribu orang. Angka ini diprediksi bakal terus bertambah. Dibuat pada 29 Juni, petisi ini ditujukan kepada Gubernur NTT dan para bupati Sumba.

Menanggapi hal ini, penenun asli Troso akhirnya angkat bicara. Dikutip dari Idntimes, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Troso, Jepara Nasta’in mengatakan kainnya sudah memiliki kain khas yang dimungkinkan nggak dimiliki oleh daerah lain. Bahkan tercatat jumlah motif tenun ikat Troso cukup banyak. Dalam waktu dekat motif-motif ini akan diperkenalkan dan dipatenkan. Motif-motif tersebut memuat kearifan lokal Jepara.

Terkait ada nggaknya unsur penjiplakan motif, Nasta'in menduga ini dikarenakan penjualannya yang sudah meluas ke berbagai daerah. Penenun biasanya mengikuti selera dari konsumen, seperti pedagang tenun di Bali yang memasarkan tenun hasil produksi Jepara dengan motif yang disesuaikan dengan keinginan konsumen setempat.

Hm, semoga ini cuma kesalahpahaman ya, Millens. (IB30/E05)