Ada Peninggalan Dinasti Ming di Desa Meteseh

Mangkuk keramik, piring, bokor, dan ratusan koin kuno bertuliskan huruf Tiongkok ditemukan terpendam di Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kendal. Konon, barang-barang ini adalah peninggalan Dinasti Ming. Benarkah?

Ada Peninggalan Dinasti Ming di Desa Meteseh
Sejumlah barang peninggalan kuno temuan Eko Warno di Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. (Jawapos.com)

Inibaru.id – Seperti dapat durian runtuh, niat hati menanam rumput gajah, Eko Warno malah menemukan keramik kuno. Pada Jumat (15/12/2017), Eko yang tengah mencangkul di depan rumahnya, Dusun Slamet, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, terhenti lantaran ada benda yang nyangkut di cangkulnya. 

Jawapos.com, Senin (18/12), menuliskan, Eko semula bermaksud menanami pekarangan dengan rumput gajah. Namun, baru dua kali mengayun, cangkulnya terantuk pecahan piring warna putih dan biru. Dia semula nggak menggubris. Pekerja pabrik pengolahan kayu itu tetap mencangkul. Nggak lama, cangkulnya kembali terantuk sesuatu. Kali ini mengenai bokor berkarat.

Baca juga:
Dampak Gempa, Pasien RSUD Banyumas Harus Dirawat di Bawah Tenda
Budiyanto Sekeluarga Terpaksa Tinggal di Rumah Pohon

Eko pun langsung membongkar temuannya. Alangkah terkejutnya dia menemukan beragam benda kuno seperti piring dan mangkuk keramik, bokor besi, serta piring besi. Kondisinya beragam. Ada yang utuh, ada pula yang pecah. Dia juga menemukan ratusan koin bertulisan huruf Tiongkok yang bagian tengahnya ditali. Hm, zadul banget nih, Millens!

“Saya berpikir hanya pecahan piring biasa tapi ternyata di dalamnya ada mangkuk,” ujar bapak dua anak ini.

Pegiat Cagar Budaya Tri Subekso memperkirakan, benda temuan Eko merupakan peninggalan era pemerintahan Dinasti Ming antara abad ke-15 hingga 16. Ini terlihat dari corak hiasan stempel di bawah mangkok. Namun, dia belum bisa memastikan asal-usul benda itu karena perlu penelitian yang lebih detail lagi.

Baca juga:
Harta Karun Bung Karno Pembawa Petaka
Kisah Pemuda yang Bawa Boneka Beruang Raksasa ke Pemakaman

Eko dan masyarakat setempat berencana untuk melaporkan barang temuannya ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Barang temuan tersebut nantinya dapat diteliti untuk kepentingan secara luas. (IF/GIL)