Tembak Paramedis, Liga Arab Kecam Israel

Israel tengah menuai kecaman dari dunia internasional, termasuk Liga Arab. Ini akibat ulahnya yang melakukan penembakan terhadap paramedis di Jalur Gaza Razan An-Najjar.

Tembak Paramedis, Liga Arab Kecam Israel
Razan An-Najjar, paramedis yang ditembak militer Israel. (Aqsatv.ps)

Inibaru.id – Tindakan Israel yang menembak Razan An-Najjar, seorang paramedis Paletina, pada Jumat (1/6/2018) di perbatasan Jalur Gaza tengah menjadi sorotan dunia, termasuk Liga Arab. Liga Arab menyebut penembakan terhadap Najjar sebagai babak baru terorisme Israel. Untuk mempertanggungjawabkan tindakan Israel, Liga Arab mendesak WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), Palang Merah, dan badan amal medis lainnya untuk membawa kasus ini ke pengadilan.

“Tindakan (penembakan) itu merupakan babak baru dari terorisme Israel yang menunjukkan tidak adanya perlindungan untuk tim medis dan penyelamat, termasuk mengejar dan memburu para jurnalis, dan mengeksekusi mereka dengan darah dingin. Israel harus bertanggung jawab atas kejahatan ini. Oleh karena itu, WHO, Palang Merah, dan badan amal medis lainnya tidak seharusnya membiarkan tindakan ini berlanjut. PBB dan organisasi internasional lainnya juga perlu melakukan investigasi dan memastikan mereka bertanggung jawab,” ungkap perwakilan Liga Arab di Kairo, Mesir, dilansir dari Royanews.tv, Senin (4/6).

Kronologi Tertembaknya Najjar

Najjar diketahui ditembak saat merawat pemrotes yang cedera di Jalur Gaza. Menurut Juru bicara Menteri Kesehatan Palestina Ashraf Al-Qudra, Najjar masih mengenakan jas putih ketika peluru menembus dadanya. Sebelum ditembak, Najjar telah mengangkat tangannya untuk mengisyaratkan dirinya ingin membantu seorang pengunjuk rasa yang terluka dari jarak 50 meter sebelum pagar perbatasan. Sayang, militer Israel nggak memedulikan isyarat ini dan menembaknya sebanyak dua kali.

Saat dikonfirmasi, militer Israel membela diri dengan mengatakan militan Palestina juga menyerang pasukannya dengan granat di sepanjang perbatasan. Kendati demikian, banyak pihak menilai penembakan yang dilakukan militer Israel terhadap paramedis merupakan bentuk pelanggaran berdasarkan Konvensi Jenewa 1949. Pelanggaran yang dimaksud adalah tentang perlindungan orang-orang sipil saat perang.

Perempuan 21 tahun itu menjadi orang Palestina ke-119 yang tewas di tangan Israel sejak dimulainya aksi protes pada Maret lalu. Gugurnya Najjar menimbulkan kesedihan yang mendalam bgai warga Palestina. Ini terlihat dari ribuan orang yang mengantar pemakaman Najjar di Khan Yunis. Dalam pemakaman tersebut, tampak pula sang ayah dengan wajah tegar mendekap jas putih yang dikenakan putrinya saat membantu para demonstran.

Selamat jalan Najjar. Semoga kebaikanmu dibalas Tuhan Yang Maha Esa. (IB15/E04)