Telur Paskah Warna-warni, Aman Dikonsumsi?

Telur Paskah Warna-warni, Aman Dikonsumsi?
Telur Paskah warna-warni boleh dikonsumsi usai direbus hingga benar-benar matang. (Shutterstock via Suara)

Sayang banget ya kalau telur Paskah hanya dibiarkan begitu saja setelah perayaan? Tapi, kira-kira aman nggak sih kalau kita merebusnya mengingat telur ini dihias dengan cat warna-warni? 

Inibaru.id – Hari ini, 17 April 2022 umat Kristen merayakan Minggu Paskah atau Hari Paskah. Momen ini identik dengan telur yang dicat warna-warni sehingga indah dipandang mata. Sejumlah kalangan bahkan mempunyai tradisi khusus mewarnai telur menjelang Perayaan Paskah bersama keluarga.

Bukan cuma telur, biasanya cokelat yang dibentuk seperti telur juga dipakai untuk dihias dengan meriah. Sebagai informasi, telur Paskah melambangkan kelahiran kembali dan menjadi inti perayaan keagamaan bagi umat Katolik ini, lo.

Amankah Telur Paskah Warna-warni Dimakan?

Kamu pasti setuju kalau telur warna-warni itu indah dan bisa menambah semarak dekorasi perayaan Paskah. Tapi, setelah perayaan selesai, kok sayang ya kalau telur itu nggak dimanfaatkan? Pernah kepikiran nggak untuk memakan telur-telur itu? Tapi pertanyaannya, aman nggak sih memakan telur-telur itu untuk kesehatan?

Sebenarnya, telur Paskah aman kok dikonsumsi asalkan direbus dahulu sampai benar-benar matang. Proses ini untuk mengurangi kemungkinan adanya bakteri seperti salmonella. Kamu harus memastikan bagian putih dan kuning telur benar-benar keras. Dengan begitu, telur bisa bebas bakteri. 

Pastikan telur matang sempurna. (Amarita via Kompas)
Pastikan telur matang sempurna. (Amarita via Kompas)

Meskipun nggak sabar, jangan terlalu cepat mengeluarkan telur dari air mendidih karena teksturnya menjadi lunak dan kurang matang. Tapi jangan juga terlalu lama merebusnya karena akan membuat rasanya nggak nikmat lagi. Satu tips nih kalau kamu berniat merebus telur paskah usai menjadikannya dekorasi, pakailah pewarna makanan alami.

Dengan begitu, nggak ada bahan kimia atau zat berbahaya yang berpotensi meresap ke dalam telur atau bersentuhan ketika kita memakannya. Eits, ini berlaku untuk telur Paskah yang nggak terlalu lama dipajang ya. Kalau sudah terlalu lama, sebaiknya jangan dimakan.

Menurut Food & Drug Administration Amerika Serikat, hidangan telur yang sudah keluar dari kulkas lebih dari dua jam sudah nggak layak dikonsumsi.

Sama halnya jika telur berada lebih dari satu jam ketika cuaca panas karena riskan terkena bakteri. Termasuk juga bila hidangan berada di atas suhu 90° F lebih dari 1 jam. Dalam kondisi ini, bakteri gampang tumbuh. Ciri-ciri kamu terkena bakteri usai menyantap makanan adalah muntah, diare, sakit perut, atau flu. Kalau ini terjadi, segera hubungi dokter.

Gimana, kamu tertarik merebus telur Paskah, Millens? (Kom/IB21/E07)