Taruna AKTP Makassar Tewas Usai Dianiaya Senior, Begini Kronologinya

Taruna AKTP Makassar Tewas Usai Dianiaya Senior, Begini Kronologinya
Polrestabes Makassar menetapkan Muhamad Rusdi sebagai tersangka. (Tribunnews.com)

Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kembali terjadi. Kali ini, Aldama Putra Pongkala menambah daftar panjang taruna yang tewas di tangan seniornya. ATKP Makassar tengah menjadi sorotan Kementerian Perhubungan lantaran dianggap lalai mengawasi anak-anak didiknya.

Inibaru.id – Aldama Putra Pongkala, taruna tingkat pertama di Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, meninggal dunia akibat dianiaya Muhammad Rusdi, seniornya, pada Minggu, (3/2/2019). Rusdi menganiaya Aldama lantaran dirinya melanggar peraturan yakni nggak mengenakan helm di kawasan kampus.

Sebelum dianiaya hingga tewas, Aldama sempat menerima telepon tiga kali dari seniornya pada Sabtu, (2/2/2019). Menurut keterangan Pelda Daniel Pongkala, ayah Aldama, putranya berkali-kali mengucapkan “Siap salah, Senior.”. Aldama juga sempat menjelaskan dia nggak bisa kembali ke kampus lantaran Daniel melarangnya.

Saat pemuda 19 tahun itu kembali ke kampusnya yang berada di Jalan Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, dia digiring beberapa seniornya ke sebuah barak dan dipukuli. Rusdi menghantam dada korban berkali-kali dengan posisi kaki dilebarkan dan kepala di bawah menyentuh lantai. Korban oleng dan langsung membuat panik para seniornya. Kendati sempat diberi napas bantuan, nyawa Almada nggak terselamatkan.

Menanggapi kasus penganiayaan ini, Direktur AKTP Makassar Agus Susanto hanya menjatuhkan skorsing atau penghentian proses pendidikan sementara waktu bagi tersangka. Selain Agus, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono turut menyesalkan penganiayan tersebut. Dia mengaku pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki AKTP Makassar.

“Sebagai tindak lanjut dari kejadian tersebut, Kemenhub juga segera mengambil langkah secara internal terhadap unsur sekolah yang lalai dalam melaksanakan tugasnya sehingga peristiwa tindak kekerasan terjadi lagi,” kata Djoko, melansir dari Okezone.com, Rabu, (6/2/2019).

Miris ya, Millens, melihat kekerasan masih menjadi budaya di lingkungan akademis. Semoga kasus ini segera mendapat titik terang dan keluarga korban mendapat keadilan. (IB15/E05)