Tarif BRT Trans Semarang Naik, Kini Berapa?

Tarif BRT Trans Semarang Naik, Kini Berapa?
Tarif BRT Tran Semarang naik. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)

Per 1 Juli 2022, tarif BRT Trans Semarang naik. Berapa ya kenaikan tarif transportasi umum andalan Kota Semarang ini?

Inibaru.id – Tarif BRT Trans Semarang bakal naik pada semester kedua tahun 2022 atau tepatnya sejak 1 Juli 2022 lalu. Untungnya, kenaikan tarif alat transportasi yang digunakan sebagian masyarakat Kota Atlas ini nggak banyak.

Menurut keterangan Instagram @transportforsmg, tarif Trans Semarang dengan pembayaran tunai naik jadi Rp 4 ribu. Kalau kamu membayarnya dengan cara non-tunai alias cashless, masih sama kok, yaitu Rp 3.500.

Mulai 1 Juli 2022 khusus untuk tarif umum Trans Semarang dengan metode pembayaran cash naik jadi 4 ribu,” tulis akun tersebut.

Di sisi lain, tarif khusus untuk para lansia, veteran, mahasiswa, pelajar, santri, balita, penyandang disabilitas, serta pengguna KIA masih sama, Millens, yaitu Rp 1.000 untuk naik ke semua rute. O ya, tarif khusus ini nggak berlaku pada hari Minggu dan libur nasional bagi santri, pelajar, dan mahasiswa.

Jika tarif Trans Semarang naik, apakah hal yang sama juga berlaku untuk Trans Jateng? Untungnya sih tidak. Tarif umumnya tetap Rp 4 ribu dan tarif khusus untuk pelajar, mahasiswa, buruh, dan veteran bakal tetap Rp 2 ribu.

Alasan Kenaikan Tarif Hanya untuk Pembayaran Tunai

Ada alasan mengapa kenaikan tarif Trans Semarang tidak berlaku untuk pembayaran non-tunai. Ternyata, hal ini demi membuat penumpang lebih tertarik memakai pembayaran cashless .

“Perbandingan pemakaian tunai dan non-tunai hingga Juni 2022 itu hanya 10 persen untuk non-tunai dibandingkan tunainya,” ungkap Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Semarang Hendrix Setyawan, Kamis (2/6/2022).

Kenaikan tarif BRT Trans Semarang hanya untuk pembayaran tunai. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)
Kenaikan tarif BRT Trans Semarang hanya untuk pembayaran tunai. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)

Selain itu, kenaikan tarif Rp 500 khusus untuk transaksi tunai ternyata juga untuk memudahkan penumpang dan petugas Trans Semarang saat melakukan transaksi.

“Kenaikan nominal Rp 500 itu untuk memudahkan jika harus ada uang kembalian. Jadi, untuk memudahkan petugas dan penumpang, kita bulatkan jadi Rp 4 ribu,” jelasnya.

Mampu Menampung 30 Ribu Penumpang Setiap Hari

Kenaikan tarif BRT Trans Semarang yang nggak terlalu signifikan ini diharapkan nggak mengurangi antusiasme masyarakat Kota Atlas untuk terus memakai BRT. Apalagi, kapasitas BRT Trans Semarang sudah 100 persen sejak awal Juni 2022.

Semenjak pandemi Covid-19 di Indonesia mulai mereda, jumlah penumpang yang bisa ditampung Trans Semarang semakin meningkat. Dulu, saat masih banyak pembatasan kegiatan masyarakat, rata-rata dalam sehari hanya 15 ribu sampai 20 ribu penumpang yang bisa diangkut. Kini, yang memakainya rata-rata 30 ribu per hari.

“Kenaikan jumlah penumpang sekitar 25-30 ribu orang per hari dari sebelumnya hanya rata-rata di angka 15-20 ribu orang,” lanjut Hendrix.

Meski tarifnya naik, nggak usah ragu untuk tetap memakai transportasi umum seperti Trans Semarang ya, Millens. Biar nggak bikin macet dan polusi! (Sua, Tri/IB09/E05)