Taocafe, Swalayan yang Benar-benar Melayani Sendiri

Mengantre adalah kegiatan yang teramat membosankan. Tak jarang kita jadi enggan membeli sesuatu lantaran melihat antrean yang mengular di kasir. Bahkan, konsep supermarket yang sudah swalayan atau “melayani sendiri” untuk efisiensi proses jual-beli pun masih harus terbentur dengan antrean di kasir yang terkadang menjemukan.

Taocafe, Swalayan yang Benar-benar Melayani Sendiri
Taocafe. (foto: : google.com)

nibaru.id - Mengantre adalah kegiatan yang teramat membosankan. Tak jarang kita jadi enggan membeli sesuatu lantaran melihat antrean yang mengular di kasir. Bahkan, konsep supermarket yang sudah swalayan atau “melayani sendiri” untuk efisiensi proses jual-beli pun masih harus terbentur dengan antrean di kasir yang terkadang menjemukan.

Menyikapi hal tersebut, Alibaba pun memperkenalkan konsep supermarket baru bernama Taocafe. Sebagaimana dilaporkan Kompas.com, Taocafe merupakan bagian dari Taobao Maker Festival yang kedua di Hangzhou International Expo Center, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Tanpa perlu dijaga asisten toko, manajer, bahkan kasir, Taocafe benar-benar menjadi self-service supermarket. Pengunjung yang ingin masuk hanya perlu memindai QR Code pada aplikasi Taobao. Kemudian, pengunjung bebas belanja dan makan di food court yang tersedia.

Daily Mail melalui Kompas.com pada Selasa (11/7/2017) melaporkan, pembayaran dilakukan di akhir kunjungan melalui pembayaran digital Alipay, bukan dengan uang fisik.

Sekeluar dari Taocafe sistem akan mendeteksi barang apa yang dibeli pengunjung. Sistem kemudian akan memotong saldo di akun Alipay sesuai nominal pembelian barang.Dengan cara ini antrean di depan kasir pun bisa dihindari.

Sementara untuk pembayaran makanan di food court, pengunjung akan dihadapkan pada speech-recognition screen. Layar akan bertanya dan pengunjung tinggal menjawab “ya”, maka saldo pun akan dipotong sesuai harga makanan.

Bagi pengunjung, inovasi dari perusahaan kepunyaan Jack Ma ini tentu saja sangat membantu mereka. Berbelanja menjadi lebih praktis, tidak perlu repot mengambil atau mengeluarkan uang fisik, dan yang utama tidak perlu mengantre di depan kasir.

Namun, beberapa pihak justru mengatakan inovasi Alibaba Group ini merusak industri yang sudah ada. Padahal, tanpa biaya untuk tenaga kerja, biaya operasional Taocafe sangatlah kecil, diperkirakan hanya seperempat dari supermarket tradisional.

Satu-satunya yang harus dilakukan pemilik supermarket adalah mengecek pasokan barang mengisi ulangnya setiap hari.

“Taocafe ini mencoba memberikan pengalaman berbelanja yang unik dan pengalaman pembayaran yang berbeda pada pengunjung,” ungkap seorang dari perwakilan Alibaba.

Konsep pertama Taocafe dibuka 24 jam dan berdiri pada area seluas 200 meter persegi. Taocafe diproyeksikan akan menjadi supermarket komersil yang tersebar di mana-mana, meski belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. (GIL/IB)