Tanggapan Tokopedia Terkait Iklan BTS yang Dikaitkan dengan LGBT

Tanggapan Tokopedia Terkait Iklan BTS yang Dikaitkan dengan LGBT
Iklan BTS Tokopedia. (idntimes.com)

Tokopedia akhirnya angkat bicara terkait iklan BTS miliknya yang dituduh LAKSI berbau LGBT. Berikut tanggapan mereka.

Inibaru.id – Tokopedia akhirnya angkat bicara terkait dengan tuduhan Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) yang menyebut iklan BTS miliknya berbau LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). LAKSI bahkan sempat meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mencabut iklan tersebut.

CNN Indonesia, Jumat (10/1/20) menulis, LAKSI juga sempat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Tokopedia pada Kamis (9/1) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Tokopedia pun nggak tinggal diam dan menanggapi tuduhan ini.

“Tokopedia merupakan perusahaan teknologi Indonesia yang menghargai keberagaman pandangan setiap masyarakat Indonesia, namun sebagai institusi, Tokopedia tidak berpihak kepada pandangan tertentu,” tulis VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak.

Nuraini menyebut keputusan untuk menjadikan BTS sebagai ikon Tokopedia karena punya visi yang sama, yakni kerja keras, inovasi, serta kampanye anti perundungan.

“Perjalanan dan visi BTS, bersama dengan pesan-pesan yang secara konsisten mereka sampaikan, yakni kerja keras untuk mewujudkan mimpi, anti-perundungan dan pesan positif lainnya, selaras dengan semangat Tokopedia,” jelas Nuraini.

Tuduhan bahwa iklan BTS milik Tokopedia berbau LGBT diungkap oleh Koordinator Aksi LAKSI, Zoel Nasution. Dia menyebut boyband K-Pop ini mendukung kehidupan liberal dan gaya hidup LGBT.

“Banyak artikel dan pemberitahuan terkait perilaku boyband Korea yang tidak sesuai dengan norma dan perilaku kehidupan bangsa Indonesia yang mayoritas muslim,” tegas Zoel.

Zoel bahkan menyebut lirik dari lagu BTS juga menyuarakan dukungan pada LGBT. Hanya saja, saat ditanya tentang lagu apa yang dimaksud, dia nggak bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Menariknya, iklan BTS Tokopedia ternyata sudah ada di Indonesia, tepatnya sejak Oktober 2019. Iklan ini nggak hanya muncul di televisi, namun juga di media daring dan terpampang di berbagai tempat seperti di jalanan dan transportasi umum.

Millens setuju nggak dengan tuduhan LAKSI pada iklan ini? (IB09/E06)