Tanggapan BPPTKG Terhadap Seringnya Erupsi Gunung Merapi

Tanggapan BPPTKG Terhadap Seringnya Erupsi Gunung Merapi
Erupsi Gunung Merapi pada Selasa, 3 Maret 2020 dari Bulit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. (Antara/Rizky Tulus)

Dibandingkan tahun 2019, erupsi Gunung Merapi terjadi lebih sering di awal tahun 2020. Begini tanggapan BPPTKG terkait dengan kondisi Gunung Merapi.

Inibaru.id – SepanjangMaret hingga April 2020, Gunung Merapi beberapa kali mengalami erupsi. Pada Kamis (2/4/2020) kemarin misalnya, gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta juga kembali mengalami erupsi selama 345 detik. Tingginya frekuensi erupsi ini membuat warga sekitar khawatir.

Data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkap tinggi kolong erupsi terakhir mencapai 3.000 meter dari puncak.

Menanggapi kekhawatiran warga, Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan bahwa belum ada tanda Gunung Merapi akan mengalami erupsi besar.

“Tidak ada tanda-tanda untuk menjadi erupsi besar. Erupsi saat ini didominasi gas, yang merupakan salah satu tipe erupsi Merapi,” katanya.

Erupsi Gunung Merapi dari Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 3 Maret 2020. (ANTARA FOTO/Irma/pras)
Erupsi Gunung Merapi dari Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 3 Maret 2020. (ANTARA FOTO/Irma/pras)

Hanik menambahkan, menurut data BPPTKG, sejak awal tahun 2020 Gunung Merapi telah mengalami erupsi delapan kali. Erupsi yang terjadi tahun ini masuk dalam rangkaian erupsi yang terjadi sejak 2018. Hal inilah yang membuat status Gunung Merapi sejak 21 Mei 2018 hingga saat ini, status Gunung masih Waspada.

“Status masih waspada,” ujarnya mengomentari gunung yang terletak di utara Yogyakarta tersebut.

Hanik meminta agar masyarakat nggak panik. Meski begitu, warga juga diminta untuk memperhatikan imbauan dan informasi terkait radius bahaya dari puncak dari pemerintah.

“Potensi bahaya ada di radius tiga kilometer dan ikuti terus informasi Gunung Merapi melalui media BPPTKG,” pungkasnya.

Erupsi Gunung Merapi pada 27 Maret 2020 (twitter.com/BPPTKG)
Erupsi Gunung Merapi pada 27 Maret 2020 (twitter.com/BPPTKG)

Berdasarkan data di situs Magma ESDM, pada 2020 Gunung Merapi mengalami erupsi jauh lebih banyak daripada tahun 2019. Pada 2019 lalu, jumlah erupsi hanya tiga kali, sisanya merupakan guguran lava. Sementara itu, sepanjang tahun ini, erupsi sudah terjadi sebanyak delapan kali. Berikut adalah rinciannya:

Erupsi 2019

17 November, pukul 10.46 WIB. Kolom erupsi ±1.000 meter dari puncak.

9 November, pukul 06.21 WIB. Kolom erupsi ±1.500 meter dari puncak.

14 Oktober, pukul 16.31 WIB. Kolom erupsi ±3.000 meter dari puncak.

Erupsi 2020

2 April, pukul 15.10 WIB. Kolom erupsi ±3.000 meter dari puncak.

29 Maret, pukul 00.15 WIB. Kolom erupsi ±1.500 meter dari puncak.

28 Maret, pukul 19.25 WIB. Kolom erupsi ±3.000 meter dari puncak.

28 Maret, pukul 05.21 WIB. Kolom erupsi ±2.000 meter dari puncak.

27 Maret, pukul 21.46 WIB. Kolom erupsi ±1.000 meter dari puncak.

27 Maret, pukul 10.56 WIB. Kolom erupsi ±5.000 meter dari puncak.

3 Maret, pukul 05.22 WIB. Kolom erupsi ±6.000 meter dari puncak.

13 Februari, pukul 05.16 WIB. Kolom erupsi ±2.000 meter dari puncak.

Bagi kamu yang berada di sekitar wilayah Gunung Merapi, tetap jaga kewaspadaan ya, Millens! (MG26)