Tampak Sama, Ini 5 Perbedaan Budaya Jepang dan Korea yang Mencolok

Tampak Sama, Ini 5 Perbedaan Budaya Jepang dan Korea yang Mencolok
Ilustrasi: Kesibukan di Jepang. (Adventure Travel)

Setelah membaca beberapa perbedaan budaya antara Jepang dan Korea ini, kamu akan tahu bahwa keduanya sama sekali berbeda. Budaya apa saja yang membedakan kedua negara tersebut?

Inibaru.id – Kamu mungkin melihat wajah orang Jepang dan Korea sangatlah mirip. Pun demikian dengan nada bicaranya. Hal ini tentu bisa dipahami karena kedua negara tersebut memang bertetangga dan memiliki sejarah "kebersamaan" yang cukup panjang.

Namun demikian, kalau pernah bertandang dan menetap cukup lama di kedua negara ini, kamu mungkin bakal tahu ada sejumlah perbedaan budaya atau kebiasaan yang signifikan antara Negeri Sakura dengan Negeri Gingseng. Apa saja perbedaan tersebut?

1. Cara Makan

Amati cara mereka makan. (Istockphoto)
Amati cara mereka makan. (Istockphoto)

Nggak harus ke Korea atau Jepang. Kalau kamu jeli, saat menonton film kedua negara tersebut, kamu bisa melihat perbedaan cara makan orang-orang di sana.

Keduanya memakai mangkuk dan sumpit. Namun, orang Jepang terbiasa mengangkat mangkuk ketika makan. Sementara, bagi orang Korea, mengangkat mangkuk saat menyantap hidangan dianggap nggak sopan. Mereka hanya mengangkat mangkuk saat-saat terakhir, untuk menandaskan isi mangkuk. 

2. Cara Memberi Salam

Orang korea akan membungkuk sekali saja. (His-travel)
Orang korea akan membungkuk sekali saja. (His-travel)

Masyarakat kedua negara memang sama-sama membungkuk saat memberi salam. Namun, sebagian besar orang Jepang membungkuk lebih banyak, bisa sampai berkali-kali. Ini dilakukan karena orang yang membungkuk paling akhir dianggap yang paling sopan.

Sementara, kebanyakan orang Korea hanya membungkuk sekali untuk menghormati orang di hadapannya. Bagi mereka, membungkuk satu kali sebagai ucapan salam sudah dianggap sopan dan itu cukup.

3. Jualan Daring

Ilustrasi: Toko daring. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Toko daring. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Youtuber Indonesia yang kini tinggal di Jepang Jerome Polin mengatakan, di Jepang nggak ada toko daring. Pembelian daring biasanya dilakukan lewat Amazon, toko daring asal Amerika. Sementara, orang Korea justru terbiasa menggunakan akun media sosial untuk berjualan. Ha-ha. Beda banget!

4. Cara Bertransaksi

Ilustrasi transaksi cashless. (Bobobox)
Ilustrasi transaksi cashless. (Bobobox)

Jepang dianggap sebagai negara maju. Namun, siapa menyangka, nggak sedikit transaksi jual-beli di sana masih menggunakan cara konvensional? Orang Jepang memang dikenal masih lebih menyukai transaksi tunai, berdampingan dengan nontunai.

Biasanya, transaksi dengan kartu digunakan untuk naik kereta dan semacamnya, sedangkan untuk bayar di resto atau mal, mereka masih menggunakan uang fisik. Ini berbeda dengan di Korea. Kecuali anak-anak dan lansia, orang Korea umumnya lebih suka bertransaksi apa pun menggunakan kartu.

5. Cara Bermedsos

Orang Jepang cenderung berhati-hati dalam menggunakan medsos. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta A.)
Orang Jepang cenderung berhati-hati dalam menggunakan medsos. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta A.)

Bagi orang Jepang, media sosial bersifat privasi. Nggak semua orang bisa melihat dan mau berkenalan dengan orang asing. Jadi, kebanyakan teman di medsos adalah orang yang dikenal di dunia nyata.

Orang Jepang biasa menggunakan nama dan foto profil yang bukan sebenarnya. Selain itu, ada semacam konvensi, untuk mengikuti atau menandai seseorang di medsos, dia harus meminta izin kepada yang bersangkutan dulu.

Hal tersebut berbeda dengan orang Korea. Laiknya di Indonesia, warganet di sana nggak punya aturan khusus dalam berteman di platform daring.

Oh ya, satu lagi, orang Korea lebih suka menggunakan Facebook dan Instagram, sedangkan warganet Jepang lebih banyak di Twitter.

Nah itulah sejumlah perbedaan budaya antara Jepang dan Korea yang cukup mencolok, Millens! Menarik bukan? (IDN/IB27/E03)