Tak Hanya Choirul Huda, Pemain Sepak Bola Ini Juga Meregang Nyawa Saat Bertanding

Tragis, pemain sepakb ola ini meninggal dunia justru saat memainkan olahraga favoritnya.

Tak Hanya Choirul Huda, Pemain Sepak Bola Ini Juga Meregang Nyawa Saat Bertanding
Choirul Huda (Okezone)

Inibaru.id – Meninggalnya Choirul Huda membuat dunia sepak bola Indonesia berduka. Meskipun tidak termasuk dalam olahraga yang memiliki resiko tinggi, dalam realitasnya ada sejumlah pemain sepak bola yang harus meregang nyawa di lapangan seperti yang dialami kapten Persela Lamongan ini. Siapa sajakah mereka?

Hrvoje Custic

(Sportske Novosti)

Custic adalah satu pemain muda berbakat yang digadang-gadang akan menjadi bintang sepak bola Kroasia. Sayang, ia meninggal dunia pada usia sangat muda, yakni 24 tahun. Pada 29 Maret 2008, Custic yang sedang bermain membela klubnya HNK Cibalia mengalami luka parah setelah membentur tembok stadion dan akhirnya kehilangan nyawanya.

Marc Vivien Foe

(Goal.com)

Pemain asal Kamerun ini tiba-tiba saja tak sadarkan diri saat bertanding melawan Kolombia di semifinal Piala Konfederasi pada 26 Juni 2003. Setelah diautopsi, diketahui bahwa Foe meninggal karena penyakit jantung.

Antonio Puerta

(Goal.com)

Puerta meninggal dunia tatkala membela Sevilla di ajang pramusim. Kematian pemain Spanyol kelahiran 26 November 1984 ini sangat tragis karena dirinya mampu bangkit dan berjalan setelah sempat tidak sadarkan diri di lapangan. Sayang, setelahnya Puerta kembali tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.

Victor Brannstrom

(Youtube)

Beberapa menit setelah mencetak gol, Brannstrom terkena serangan jantung dan akhirnya meregang nyawa.

Peter Biaksangzuala

(Fokus Terkini)

Berniat untuk merayakan gol yang baru saja Ia cetak dengan cara bersalto ala Miroslav Klose, Biaksangzuala justru terjatuh dengan posisi yang salah dan akhirnya meninggal dunia.

Jumadi Abdi

(Viva)

Pada tanggal 15 Maret 2009, Jumadi Abdi yang saat itu membela PKT Bontang berbenturan dengan Denny Tarkas dari Persela Lamongan di ajang Liga Indonesia. Setelahnya, Jumadi tak sadarkan diri karena cedera parah di organ dalam perutnya dan akhirnya meninggal dunia.

Akli Fairuz

(Youtube)

Pada tanggal 16 Mei 2014 lalu, pemain Persiraja banda Aceh ini tewas setelah berbenturan dengan Agus Rohman, Kiper PSAP Sigli. Usus Akli robek akibat dari kerasnya benturan dan membuatnya meninggal dunia.

Eri Irianto

(Jawapos)

Pemain dengan julukan kaki geledek ini adalah legenda Persebaya Surabaya. Eri meninggal dunia pada usia 26 tahun pada tanggal 3 April 2000 saat timnya bertanding melawan PSIM Yogyakarta. (AW/SA)