Harga Tiket Pesawat dan Akomodasi Naik, Biaya Liburan Selama 2019 Diprediksi Lebih Mahal

Menurut laporan tahunan Global Travel Forecast, biaya traveling diprediksi akan mengalami kenaikan pada 2019. Ini karena sejumlah maskapai di beberapa negara menaikkan tarifnya.

Harga Tiket Pesawat dan Akomodasi Naik, Biaya Liburan Selama 2019 Diprediksi Lebih Mahal
Traveling diprediksi lebih mahal tahun ini. (Beer5020)

Inibaru.id – Sobat Millens yang pengin berlibur ke luar negeri tahun ini tampaknya harus menyediakan bujet eksta. Itu karena biaya liburan pada 2019 diprediksi lebih mahal daripada tahun kemarin. Menurut laporan tahunan Global Travel Forecast, kenaikan biaya liburan merupakan dampak dari kenaikan harga tiket pesawat dan akomodasi.

Laporan yang dipublikasikan dalam Global Business Travel Association (GBTA) and Carlson Wagonlit Travel (CWT) ini memaparkan kenaikan tiket pesawat terjadi hampir di seluruh wilayah dunia. Di Eropa Barat, kenaikan harga tiket pesawat mencapai 4,8 persen, di daerah Asia Pasiik mencapai 3,2 persen, dan Tiongkok sebesar 3,9 persen. Sementara itu, kenaikan tertinggi terjadi di Norwegia dengan kenaikan 11,5 persen.

Kendati demikian, tarif pesawat di beberapa negara justru turun. Penurunan harga tiket pesawat terjadi di Eropa Timur, Timur Tengah, dan negara-negara Afrika dengan nilai sekitar 2,3 persen.

Kompas.com, Kamis (17/1/2019), menulis, banyaknya permintaan tiket pesawat pada 2018 menjadi salah satu faktor kenaikan harga tiket. Faktor lainnya adalah kenaikan harga bahan bakar avtur, kurangnya tenaga pilot, dan kompetisi maskapai yang semakin ketat.

Kendati penerbangan luar negeri banyak yang mengalami kenaikan, harga tiket seluruh maskapai nasional yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (INACA) telah diturunkan per 11 Januari 2019. Penurunan harga tiket itu terjadi di beberapa rute penerbangan seperti Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Surabaya, Bandung-Denpasar, dan akan dilanjutkan dengan rute penerbangan domestik lainnya.

Selain harga tiket pesawat, tarif hotel di sejumlah negara juga mengalami kenaikan. Tarif hotel di daerah Asia Pasifik diprediksi naik 5,1 persen, sedangkan di Selandia Baru mencapai 11,8 persen. Namun, akomodasi di Jepang diprediksi turun sampai 3,2 persen.

Kenaikan tarif hotel diakibatkan oleh banyaknya hotel yang memasang teknologi canggih demi memberikan pengalaman baru bagi para tamu. Teknologi tersebut seperti hiburan dalam kamar, pengenalan wajah, dan aplikasi seluler.

Nah, kalau begitu, mending berlibur di dalam negeri saja Millens yang tiket pesawatnya turun. Toh wisata Indonesia juga banyak yang lebih eksotis dari luar negeri. Bagaimana? (IB07/E04)