Surati PM Australia Agar Hentikan Kirim Sampah ke Indonesia, Apa Isi Surat Nina?

Surati PM Australia Agar Hentikan Kirim Sampah ke Indonesia, Apa Isi Surat Nina?
Nina, gadis 12 tahun yang protes tentang sampah pada PM Australi.a (Twitter/Renae Henry)

Nina mengirim surat ke PM Australia, Scott Morrison agar Australia nggak lagi mengirim sampah ke Indonesia. Bagaimana tanggapan Australia terkait dengan surat ini?

Inibaru.id – Surat yang dikirim Aeshninna Azzahra atau Nina ke Perdana Menteri Australia viral di media sosial. Seperti apa sih isi dari surat tersebut?

Detik, Kamis (23/1/20) menulis, Nina mengirim surat ke PM Australia, Scott Morison lewat Kantor Kedutaan Australia yang ada di Jakarta pada Selasa (21/1) lalu. Remaja berusia 12 tahun yang berasal dari Gresik, Jawa Timur ini sengaja mengirim surat karena ingin Australia nggak lagi mengirim sampah plastik ke Indonesia. Hal ini disebabkan oleh semakin menumpuknya sampah yang berasal dari negara maju di Desa Bangun di Mojokerto.

“Australia paling banyak kedua, setelah Amerika Serikat. Saya lihat sendiri ada tulisannya Made in Australia,” ucapnya saat diwawancarai oleh Erwin Renaldi dari ABC Melbourne.

Dalam surat ini, Nina menyebut sampah dari Australia nggak hanya memberikan dampak buruk bagi lingkungan, tapi juga kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar tumpukan sampah tersebut.

Minggu lalu, saya mengunjungi Desa Bangun di Mojokerto. Banyak orang yang mencari uang dengan mengumpulkan sampah plastik tersebut untuk dijadikan bahan bakar pabrik tahu di Tropodo, Sidoarjo. Masalahnya adalah membakar plastik bisa melepas racun dioksin yang bisa saja menyebabkan polusi udara dan meracuni sumber air tanah. Mikroplastik juga bisa mencemari air sungai,” tulis Nina.

Reuters menyebut jumlah sampah yang diekspor ke Indonesia pada 2018 lalu sekitar 283 ribu ton. Jumlah ini naik sekitar 141 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

Nggak cuma menulis surat pada PM Australia, Nina ternyata juga menulis surat dengan isi yang serupa kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump serta Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Saat menyampaikan surat di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta pada Selasa (21/1), Nina ditemui langsung oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof.

Kedutaan Besar Australia menyebut mulai Juli 2020 ini, pemerintahnya akan melarang ekspor sampah dari bahan plastik, kertas, dan kaca.

Seperti halnya Nina, pemerintah kami menganggap penanganan sampah sebagai prioritas utama karena ini merupakan masalah penting bagi lingkungan,” tulis pernyataan pemerintah Australia menanggapi surat dari Nina sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (22/1).

Semoga saja usaha Nina bisa ditiru oleh banyak orang di seluruh dunia sehingga masalah sampah bisa diselesaikan, ya Millens! (IB09/E06)

Baca juga: Menyusuri Penggalan-Penggalan Sejarah di Jalan Dokter Tjipto Semarang