Surat Kabar Berlogo Mirip KPK Beredar, Buat Pemerasan?

Surat Kabar Berlogo Mirip KPK Beredar, Buat Pemerasan?
Surat berlogo mirip KPK yang diduga untuk pemerasan. (Medcom)

Di Jakarta dan diduga di sejumlah daerah lainnya, beredar surat kabr berlogo mirip KPK dengan nama Koran Pengawas Korupsi. Surat kabar ini diduga dipakai untuk pemerasan.

Inibaru.id – Sejumlah pihak melaporkan surat kabar berlogo mirip KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) beredar di Jakarta. Kepanjangan dari singkatan surat kabar ini adalah Koran Pengawas Korupsi. Katanya nih, keberadaan surat kabar itu untuk pemerasan. 

Spekulasi ini berdasarkan desain tulisan nama surat kabar yang sangat mirip dengan logo KPK yang asli. Bahkan, pemilihan warnanya juga mirip. Kedua huruf K diberi warna hitam dan logo P di tengah diberi warna merah.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut pihaknya sudah mengetahui adanya surat kabar tersebut, termasuk adanya dugaan kalau surat kabar ini dipakai untuk memeras sejumlah pihak. Dia pun memastikan KPK sama sekali nggak menerbitkan surat kabar tersebut.

“KPK sebagai lembaga negara memastikan tidak pernah menerbitkan surat kabar sebagai medium pemberitaan tentang pelaksanaan tugas dan isu pemberantasan korupsi,” terang Ali, Senin (18/10/2021).

KPK pun meminta pihak-pihak yang menerbitkan surat kabar yang juga diduga beredar di daerah-daerah lain ini untuk menghentikan aksinya.

Logo surat kabar sangat mirip dengan logo KPK asli. (Medcom/LampungPost)
Logo surat kabar sangat mirip dengan logo KPK asli. (Medcom/LampungPost)

KPK Punya Media Resmi untuk Publikasikan Kinerjanya

Eh, kamu sudah tahu belum kalau KPK punya media resmi untuk mempublikasikan kinerjanya?Salah satunya adalah Majalah Integrito yang terbit dalam bentuk media cetak sekaligus digital di kpk.go.id/id/integrito. Selain itu, sebenarnya di situs resmi KPK, sudah ada banyak informasi lengkap tentang KPK dan kinerjanya.

KPK pun meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan modus-modus penipuan atau bahkan pemerasan yang memakai nama KPK. Jika menemukan hal-hal yang seperti ini atau bahkan mencurigai orang yang mengaku sebagai pegawai KPK dan kemudian melakukan pemerasan, bisa langsung melaporkannya ke polisi atau menelepon ke call center 198.

Lagipula, kalau dipikir-pikir ya, Millens, KPK nggak membutuhkan media sendiri untuk mengungkap kinerjanya dalam memberantas korupsi di Tanah Air. Jika ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) misalnya, berbagai media tentu bakal langsung memberitakan aksi tersebut. Jadi, keberadaan surat kabar abal-abal ini memang patut untuk dicurigai dan diwaspadai.

Hm, kalau di daerahmu, apakah juga sudah beredar koran dengan logo mirip KPK ini, Millens? (Kom,Mal/IB09/E05)