Suporter Rusuh, Laga Persiku Vs Persijap Dihentikan

Suporter Rusuh, Laga Persiku Vs Persijap Dihentikan
Persiku vs Persijap. (Flickr/Persiku Kudus News)

Laga Piala Soeratin U-17 antara Persiku dan Persijap berakhir ricuh. Suporter yang rusuh itu mengakibatkan kerugian yang cukup banyak.

Inibaru.id – Ajang sepak bola junior Piala Soeratin U-17 antara Persiku Kudus melawan Persijap Jepara pada Selasa (17/9/2019) berakhir ricuh. Laga yang diadakan di Stadion Wergu, Kudus, Jawa Tengah itu mesti berakhir pada menit ke-41 karena kerusuhan antar suporter.

Pertandingan terpaksa dihentikan akibat adu lempar antara pendukung Persiku, Macan Muria dan pendukung Persijap, Banaspati. Saat laga dihentikan, kedua tim sama-sama belum mencetak gol.

Nggak hanya berlangsung di dalam stadion, kericuhan melebar hingga ke luar stadion. Hal ini terjadi setelah aparat kepolisian meminta suporter tamu untuk mundur karena merusak sejumlah fasilitas di stadion.

Dikabarkan tiga suporter tuan rumah mengalami luka ringan akibat kerusuhan ini. Mereka langsung menjalani pengobatan rawat jalan. Sementara itu, informasi lain menyebut ada lima orang yang sempat dirawat di rumah sakit.

Laman Murianews, Rabu (18/9) menyebut 36 kendaraan roda dua telah diamankan dan diangkut ke Mapolres Jepara. Kendaraan ini ditinggal para suporter yang tidak ingin menjadi korban kerusuhan.

Awal Mula Kerusuhan

Sekretaris Manajemen Persiku Junior Syafiq Arrosid menyebut kerusuhan bermula saat suporter Persijap yang ada di tribun belakang gawang mulai melempari pemain Persiku. Selain itu, mereka juga mengeluarkan chant yang rasis. Meski para pemain Persiku tidak terpengaruh, suporter tuan rumah nggak terima dengan hal ini dan akhirnya berlanjut menjadi kerusuhan.

“Dulu kesepakatannya kalau di antara Persiku, Persijap, dan PSD Demak bertanding, tim tamu nggak boleh bawa suporter untuk bertandang. Kesepakatan ini nggak dipatuhi,” lanjut Syafiq dilansir dari Indopos, Selasa (17/9).

Komisioner pertandingan menyebut laga akan dilanjutkan pada Rabu (18/9) tanpa penonton di stadion yang sama. Namun, Persijap menolak keputusan ini dan menyerahkan keputusan ke operator Piala Soeratin U-17.

Miris ya Millens, sepak bola yang seharusnya jadi hiburan malah jadi ajang kerusuhan di Indonesia. Memang perlu adanya perubahan dari segi sistem, pengurus, dan mental para suporter. (IB09/E04)