Sumur Emas di Karanganyar, Airnya Terus Melimpah di Wilayah Kering

Sumur Emas di Karanganyar, Airnya Terus Melimpah di Wilayah Kering
Warga mengambil air di Sumur Emas di Karanganyar. (Tribunbanyumas/Agus Iswadi)

Wilayah Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah dikenal berkapur dan kering. Tapi, di sana ada Sumur Emas yang memiliki sumber air melimpah dan nggak pernah kering.

Inibaru.id -  Ada Sumur Emas di Dusun Grenjeng, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Namun, bukan emas di dalamnya, melainkan air biasa. Penyebutan "sumur emas" mungkin lebih merujuk pada fungsinya sebagai sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Sumur Emas nggak dibikin oleh manusia, tapi berupa mata air yang membentuk tiga ceruk. Sebagian masyarakat meyakini, air di cerukan yang nggak pernah mengering ini berasal dari dunia lain, mengingat wilayah Gondangrejo memiliki kadar kapur sangat tinggi dan kerap kekeringan pada musim kemarau.

Setiap hari, puluhan warga mengantre untuk mendapatkan air dari Sumur Emas. Kalau dalam Bahasa Jawa, istilahnya adalah ngangsu. Mereka membawa jeriken, ember, dan peralatan penampung air lainnya. Demi memudahkan warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Dayu pun menyiapkan mesin pompa air.

“Biasanya (sebelumnya) pengambilan air dilakukan langsung secara manual dengan gayung,” jelas Kepala Desa Dayu Agus Susilo, Sabtu (19/3/2022).

Penelitian pernah dilakukan pada sumur tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Airnya sama sekali nggak punya kandungan kapur sehingga layak untuk dikonsumsi. Bahkan, kandungan mineral air tersebut dianggap sama dengan air minum dalam kemasan.

Berkat hal ini pula, banyak orang dari luar daerah mengambil air dari sumur ini untuk keperluan pengobatan.

Muncul Secara Misterius

Air di Sumur Emas nggak pernah kering. (Solopos/Candra Mantovani)
Air di Sumur Emas nggak pernah kering. (Solopos/Candra Mantovani)

Berdasarkan cerita rakyat setempat, sumur ini muncul secara misterius pada ratusan tahun yang lalu.

“Kami masih belum tahu bagaimana mata air ini bisa tiba-tiba muncul saat itu. Tidak ada cerita yang pasti awal mulanya. Tapi, kebanyakan orang percaya, sumber air ini memang alami sejak era peradaban purba meski baru dimanfaatkan masyarakat sejak zaman kakek nenek kami,” ungkap Agus, September 2020.

Yang lebih mengherankan, meski lokasinya dekat dengan sawah, air Sumur Emas nggak pernah terkontaminasi. Air di sumur tersebut tetap saja jernih dan sama sekali nggak meninggalkan kerak kapur saat digunakan untuk memasak.

Oya, selain karena menjadi sumber penghidupan, Sumur Emas dinamai demikian karena kejernihan air sumur tersebut membuatnya berkilauan seperti emas saat diterpa sinar matahari pada siang hari.

Wah, jadi makin penasaran dengan misteri Sumur Emas di Karanganyar ini, ya Millens? (Jog,Tri,Cor/IB09/E05)