Sukarelawan Vaksin Sinovac Positif Covid-19 Setelah Jalan-Jalan ke Semarang, Wajarkah?

Sukarelawan Vaksin Sinovac Positif Covid-19 Setelah Jalan-Jalan ke Semarang, Wajarkah?
Ilustrasi: Seorang sukarelawan yang disuntik vaksin Sinovac terpapar virus Covid-19 saat jalan-jalan ke Kota Semarang. Wajarkah? (Thejakartapost/Reuters/Diego Vara)

Seorang sukarelawan vaksin Sinovac positif terpapar Covid-19 setelah jalan-jalan ke Semarang. Kini, uji klinis vaksin tersebut telah memasuki tahap ketiga. Namun, wajarkah hal itu terjadi?

Inibaru.id – Seorang srelawan vaksin Sonovac yang sedang masuk dalam uji klinis ketiga diketahui terpapar virus Covid-19. Sang sukarelawan terpapar setelah diketahui pergi ke Semarang, Jawa Tengah. Duh! 

Sukarelawan ini merupakan satu dari 450 sukarelawan  yang menerima suntikan vaksin. Dan, hanya dirinyalah yang terjangkit Covid-19 setelah pengetesan. Ketua Tim Uji Klikis Vaksin Covid-19 Prof Kusnadi Rusli mengatakan, sukarelawan itu dipastikan positif bukan karena vaksin.

“Ini positifnya sudah pasti bukan dari vaksin karena kita pakai virus yang dimatikan. Mungkin, ada kontak ketika sedang ke Semarang, jalan-jalan,” ungkapnya. 

Ilustrasi: Kota Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Kota Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kusnadi menjelaskkan bahwa adanya sukarelawan yang terpapar Covid-19 bukan merupakan hal yang wajar. Hal ini mengingat sukarelawan tersebut sudah pasti melakukan berbagai aktivitas. Yang nggak diperbolehkan adalah ketika dia akan mengikuti tes pertama kemudian sudah dinyatakan positif.

Menurut Kusnadi, sukarelawan ini nggak akan dirawat dan nggak akan masuk ruang isolasi.

“Dia tidak akan dirawat dan tidak juga masuk ruang isolasi (khusus). Karena yang tidak boleh adalah ketika mau disuntik ternyata dia positif. Sekarang kita pantau saja,” tambahnya.

Kusnadi juga menyebutkan bahwa terpaparnya sukarelawan terhadap Covid-19 setelah mendapat suntikan vaksin ini merupakan suatu yang lumrah. Hal itu karena tim penguji nggak melarang yang bersangkutan untuk beraktivitas.

Yang terpenting, mereka harus mudah dihubungi dan dipanggil ketika merasa sakit untuk melakukan tes kesehatan. Maka dari itu, sukarelawan vaksin ini dikhususkan bagi warga Kota Bandung, supaya mudah diperiksa jika terjadi sesuatu yang nggak diinginkan.

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada sukarelawan saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. (MI/Antara/M Agung Rajasa)
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada sukarelawan saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. (MI/Antara/M Agung Rajasa)

Meski telah mendapat suntikan vaksin, Kusnadi berharap pada setiap sukarelawan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan ketika berada di tempat umum. Tujuannya, agar kesehatan tetap terjaga selama proses pengujian yang dilakukan hingga akhir tahun.

“Kita masih harus melakukan beberapa pengujian seperti tes darah  yang mencapai empat kali. Sampai akhir tahun ini akan terus kita pantau,” pungkas Kusnadi.

Setelah melihat kasus ini, apa pendapatmu, Millens? (Idn/IB27/E03)