Suhu Dingin di Indonesia, BMKG: Normal

Suhu Dingin di Indonesia, BMKG: Normal
Suhu dingin di Indonesia membuat warganet heboh. Hanya, menurut BMKG, fenomena ini normal. (Antara/Raisan Al Farisi)

Saat malam dan pagi hari, suhu dingin di Indonesia sangat terasa. Sejumlah daerah bahkan mencatat suhu udara sampai belasan derajat Celcius. Meski nggak biasa, BMKG menyebut hal ini sebagai fenomena yang normal, lo

Inibaru.id – Belakangan ini, warganet Indonesia mengungkap suhu udara yang cenderung lebih dingin dari biasanya, khususnya di pagi hari. Hal ini membuat kata “dingin” bahkan sampai jadi trending topic media sosial Twitter pada Selasa (27/7/2021) pagi. Nah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ternyata menganggap hal ini sebagai sesuatu yang normal.

Memang, kita tinggal di negara tropis dengan suhu yang cenderung hangat sepanjang waktu. Meski begitu, di sejumlah kesempatan, memang suhu udara bisa lebih dingin dari biasanya. Contohlah, berdasarkan data dari BMKG pada 25 sampai 26 Juli 2021, suhu udara di Indonesia sekitar 14 sampai 26 derajat Celcius saja, Millens.

Di sejumlah area yang ada di ketinggian seperti Dieng, bisa jadi suhunya bahkan jauh lebih rendah. Kalau menurut data yang dimiliki BMKG, suhu terendah pada dua hari tersebut terjadi di Kabupaten Timika, papua. Nah, kalau suhu paling hangat ada di timur laut Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, yakni 27 derajat Celcius.

“Variasinya masih normal, 116 derajat di NTT dan 18-22 derajat di Jawa. Itu masih normal, karena kondisi umumnya cuaca cerah jarang perawanannya,” terang Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin, Selasa (27/7).

Penyebab Suhu Dingin

Fenomena suhu dingin dipengaruhi berbagai faktor. (Reddoorz)
Fenomena suhu dingin dipengaruhi berbagai faktor. (Reddoorz)

BMKG pun punya alasan mengapa suhu di Indonesia cenderung lebih dingin dari biasanya. Jadi, belakangan ini langit di Indonesia cenderung kering karena dipengaruhi musim kemarau. Awan pun jumlahnya nggak banyak. Minimnya tutupan awan ternyata membuat panas yang sebelumnya diserap bumi justru kembali dilepaskan ke atmosfer luar. Dampaknya, suhu udara di malam menjelang pagi hari pun jadi sangat dingin.

Kalau menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal, sepanjang Juli ini, suhu udara di Indonesia, khususnya di bagian selatan layaknya Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara memang bakal cenderung lebih dingin. Hal ini dipegaruhi angina monsoon Australia yang melewati perairan Samudra Indonesia.

Nah, khusus untuk Nusa Tenggara, tepatnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 4 dan 5 Juli 2021 lalu, tercatat sempat mengalami suhu 13 derajat Celcius. Nah, wilayah yang mengalaminya adalah di Ruteng, Ibu Kota dari Provinsi Manggarai.

Nah, dua daerah lain yang juga mengalami suhu yang cukup dingin adalah Bajawa yang ada di Kabupaten Ngada serta Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Di Bajawa, tercatat suhunya sempat mencapai 14 derajat Celcius. Kalau di Soe, suhunya sempat menyentuh 16 derajat Celcius.

Wah, suhu udara memang cenderung dingin ya belakangan ini. Ada yang menyebutnya bediding. Kalau di tempatmu, paling rendah suhunya berapa nih, Millens? Menyentuh belasan, nggak? (Kom/IB09/E05)