Sudirman, Merpati yang Pulang Kandang

Pilgub Jateng segera digelar. Gerindra bergerak cepat dengan menunjuk Sudirman Said sebagai jagoannya. Seperti apa sosoknya?

Sudirman, Merpati yang Pulang Kandang
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said resmi diusung Gerindra dalam Pilgub Jateng 2018. (Beritasatu.com)

Inibaru.id – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng segera digelar 2018 mendatang. Ada yang sudah punya pilihan, Millens? Atau sudah pasti bakal nggak milih alias golput? Ha-ha. Skeptis boleh, tapi apatis jangan, deh!

Kolumnis AS, Cal Thomas pernah bilang, alasan orang, khususnya anak muda, benci politik adalah karena kebenaran jarang jadi tujuan politis. Politikus hanya peduli hari pemilihan dan gimana mencapai kekuasaan. Alasan inilah yang menjadikan kita acap kali apriori alias antipati pada perhelatan demokrasi di negeri ini.

Sebenarnya, itu nggak fair. Beberapa waktu lalu muncul tagar #politikitubaik di Twitter. Ini menarik. Politik hanyalah kendaraan. Baik atau buruk ia melaju tentu tergantung pengemudi atau penumpangnya. Betul?

Baca juga: 
Sepak Terjang Dan Alasan Sudirman Said Layak Maju Jateng Satu
Sudirman Said: Pilkada Bukan Ajang Para Kandidat tapi Hajat Rakyat

Sosok yang bakal kita bahas kali ini adalah Sudirman Said. Kenapa? Karena pria kelahiran Brebes, 16 April 1963 ini baru saja resmi diusung Partai Gerindra sebagai calon gubernur (cagub) Jateng pada 2018. Hal itu dipastikan dalam sebuah jumpa pers di kediaman Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (13/12/2017).Nah, karena Jateng bakal menjadi salah satu wilayah punya gawe besar pada 2018, Tim Inibaru.id bakal mengulas tentang para kandidat yang berpotensi mewarnai Pilgub atau Pilkada 2018 mendatang.

Bagi Sudirman, mandat ini tentu jadi sejarah baginya. Kita tahu bahwa dia bukanlah orang partai. Pria 54 tahun itu lebih dikenal sebagai aktivis semasa muda dan akhir-akhir ini sebagai orang pemerintahan. Posisi prestisius terakhir yang dijabatnya adalah Menteri ESDM era Joko Widodo (Jokowi).

Inibaru.id (17/8) pernah menulis, Sudirman adalah merpati yang ingin kembali ke sarang setelah terbang ke mana-mana. Kini dia pulang untuk membangun kampung halamannya. Begitulah janjinya. Hm, kita pegang janji itu bersama-sama ya, Millens!

Sudirman kecil hidup di Brebes dengan kondisi serba kekurangan, terutama setelah dia ditinggal sang bapak pada usia 10 tahun. Ibunya menjadi orang tua singgel, membesarkan keenam anaknya, termasuk dia.

“Saya tahu betul bagaimana menjadi miskin," ungkap Sudirman di Hotel Borobudur, Jakarta, sekira tiga tahun lalu, dikutip dari Detik.com.

Kondisi itu juga berimbas pada pendidikannya. Semasa SMP, Sudirman dapat beasiswa dari negara. Namun, tidak demikian ketika SMA. Dia mengaku sering menangis saat pulang sekolah karena nggak bisa dapat kartu ujian.

“Kalau belum bayar SPP kan kami nggak bisa dapat kartu ujian. Nah, saya mengalami itu,” kenangnya.

Lulus SMA, Sudirman diterima kuliah diploma di STAN pada 1990, dan melanjutkan program Master bidang Administrasi Bisnis di George Washington University, AS pada 1994. Dari bangku kuliah, Sudirman banyak belajar organisasi dan kepemimpinan.

Baca juga: 
Sudirman Said dan Jalan Terjal Menuju Kursi Pilgub Jateng

Sudirman kemudian dikenal sebagai sosok antikorupsi dengan mendirikan Badan Pelaksana Masyarakat Transparasi Indonesia bareng Erry Riana, Kuntoro Mangkusubroto, Sri Mulyani, dan sejumlah tokoh lain.

Seperti ditulis Tirto.id, sejumlah kasus yang pernah didorong untuk diselesaikan antara lain kasus Transparansi Anggota Kabinet pada 2001 dan korupsi penyelewengan dana pemilu oleh anggota KPU (2004).

Selain tokoh antikorupsi, Sudirman juga dikenal sebagai Staf Ahli Direktur Utama PT Pertamina, Wakil Direktur Utama PT Petrosea, Direktur Utama PT Pindad, dan terakhir Menteri ESDM.

Baiklah, Bung Dirman, selamat berjuang ya. Ingat kata Cal Thomas: yang penting adalah kebenaran! Itu saja. (GIL/IP)