Status Merapi Naik ke Siaga, Dusun Mana Saja yang Berpotensi Bahaya?

Status Merapi Naik ke Siaga, Dusun Mana Saja yang Berpotensi Bahaya?
Status Gunung Merapi ditingkatkan ke level Siaga. (Flickr/Tiket2.com)

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui siaran pers daring menyatakan jika status Gunung Merapi naik dari Waspada ke Siaga. Hal ini diberlakukan mulai Kamis (5/11/2020). Wilayah mana saja yang harus mewaspadai potensi dampak erupsi?

Inibaru.id – Mulai Kamis (5/11/2020), status Gunung Merapi ditingkatkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Hal ini disampaikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) lewat konfrensi pers daring.

“Hari ini, 5 November 2020, pukul 12.00 WIB, status Gunung Merapi kita naikkan status levelnya dari Waspada menjadi level Siaga berdasarkan data-data dan pemantauan yang kami lakukan,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam pemaparan bertajuk “Siaran Pers Aktivitas Gunung Merapi”.

Hanik juga menambahkan kalau potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Jika sebelumnya pada level Waspada masyarakat diminta untuk nggak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Kini, dengan peningkatan status menjadi Siaga, jarak radius bahaya pun diperluas menjadi 5 kilometer dari puncak Merapi.

Sejumlah dusun masuk dalam lokasi potensi bencana erupsi Merapi. (Flickr/

Rokok Indonesia)
Sejumlah dusun masuk dalam lokasi potensi bencana erupsi Merapi. (Flickr/ Rokok Indonesia)

Total, ada 30 Dusun di 13 Desa di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah masuk dalam daftar potensi bahaya yang disampaikan oleh Hanik. Berikut adalah wilayah-wilayah tersebut:

1. Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY.

2. Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY.

3. Dusun Palemsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY.

4. Dusun Batu Ngisor, Desa Ngagormulyo, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.

5. Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.

6. Dusun Ngandong, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.

7. Dusun Karanganyar, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.

8. Dusun Trayem, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.

9. Dusun Pugeran, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.

10. Dusun Trono, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.

11. Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.

12. Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Magelang, Jateng.

13. Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.

14. Dusun Takeran, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.

15. Dusun Belang, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.

16. Dusun Sumber, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.

17. Dusun Bakalan, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.

18. Dusun Bangunsari, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.

19. Dusun Klakah Duwur, Desa Klalah, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.

20. Dusun Jarak, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.

21. Dusun Sepi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.

22. Dusun Pajekan, Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng.

23. Dusun Canguk, Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng.

24. Dusun Sumur, Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng.

25. Dusun Petung, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng.

26. Dusun Kembangan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng.

27. Dusun Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng.

28. Dusun Sambungrejo, Desa Balerente, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng.

29. Dusun Ngipiksari, Desa Balerente, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng.

30. Dusun Gondang, Desa Balerente, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jateng.

Aktivitas wisata dan penambangan di Merapi akan dibatasi. (Flickr/

yudha aria putra)
Aktivitas wisata dan penambangan di Merapi akan dibatasi. (Flickr/ yudha aria putra)

Lebih dari itu, pihak BPPTKG juga merekomendasikan untuk menghentikan sementara penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III. Bahkan, para pelaku wisata juga disarankan agar membatasi mobilitasnya di area wisata di KRB III Gunung Merapi.

BPPTKG juga meminta Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari guguran awan panas maupun letusan eksplosif. Selain itu, mereka juga harus waspada dengan potensi banjir lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi.

Lebih lanjut, Hanik Humaida menjelaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang akan menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan ketentuan prosedur tetap (Protap).

Masyarakat diminta untuk terus mengikuti informasi dari Pemerintah Daerah, BPPTKG dan sumber-sumber resmi lainnya. Nah, untuk informasi lebih lanjut terkait aktivitas Gunung Merapi dapat diakses lewat radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz atau melalui telepon (0274) 514180/514192.

Mengingat Gunung Merapi memang dikenal masih aktif, masyarakat memang sebaiknya tetap waspada dan saling menjaga ya, Millens. (Tir/IB28/E07)