Spesialis Gizi Columbia Asia Semarang Bagi Kunci Jaga Imun saat Puasa

Spesialis Gizi Columbia Asia Semarang Bagi Kunci Jaga Imun saat Puasa
Rumah Sakit Columbia Asia Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Bulan puasa praktis mengubah pola makan kita. Sementara pola makan berperan penting dalam menjaga sistem imun di tengah pandemi. Simak tips dari spesialis gizi di Rumah Sakit Columbia Asia Semarang dr Enny Probosari berikut ini.

Inibaru.id - dr Enny Probosari, selaku spesialis gizi dari Rumah Sakit Columbia Asia Semarang, pada Jumat (24/4/2020) membeberkan tips bagaimana seharusnya menjaga pola makan yang benar di bulan puasa dan tentunya yang paling penting supaya imun tubuh terjaga.

Segalanya dimulai dari sahur, Millens. Meskipun sederhana, dr Enny mengingatkan betapa pentingnya meminum air. Sebab sebagian besar tubuh diisi oleh cairan. Selain itu cairan inilah yang bakal banyak berperan menunjang tenaga selama puasa.

“Begitu bangun tidur, itu langsung minum air. Satu gelas sajalah minimal. Kemudian setelah sahur mau kembali tidur misalnya atau saat imsak itu dua gelas air,” ujarnya.

Kemudian hal yang nggak kalah penting adalah mengonsumsi karbohidrat. Aspek tersebut terdapat pada nasi, atau kentang bisa juga diganti dengan ubi. Dr Enny menyebut jika satu sampai tiga centong nasi saja sudah cukup.

Yang nggak kalah penting, protein. Kandungan tersebut terdapat dalam daging, tahu, tempe, dan telur.

Spesialis Gizi Rumah Sakit Columbia Asia Semarang dr Enny Probosari menyebut imun bisa ditingkatkan dengan makanan bergizi seimbang. (dokumentasi dr Enny Probosari)<br>
Spesialis Gizi Rumah Sakit Columbia Asia Semarang dr Enny Probosari menyebut imun bisa ditingkatkan dengan makanan bergizi seimbang. (dokumentasi dr Enny Probosari)

“Pakai konsep gizi seimbang. Lalu yang nggak boleh dilewatkan lagi adalah vitamin pada sayur-sayuran,” tambahnya

Kandungan vitamin yang terdapat pada sayur ini bagian yang penting dalam menjaga imunitas. Selain itu sempatkan juga makan buah supaya gizi dan serat makin terpenuhi. Buahnya pun nggak terbatas, apa pun jenisnya bisa.

Kalau semua cakupan tadi sudah kamu siapkan, hindari dua hal yaitu gorengan dan sahur ekspres.

“Gorengan bisa bikin tenggorokan selalu haus. Lalu kalau makan minimal 15 sampai 20 menit. Nggak baik juga kalau tergesa-gesa,” tuturnya.

Kemudian dr Enny mulai menyinggung saat berbuka puasa. Saat berbuka dia menyarankan agar jangan langsung meminum es. Pasalnya saat berbuka, tenggorokan dalam keadaan kering terlebih apabila dari cuaca panas.

Daripada gorengan, buah-buahan jauh lebih bermanfaat. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Daripada gorengan, buah-buahan jauh lebih bermanfaat. (Inibaru.id/ Audrian F)

Tenggorokan yang kering jika langsung diberi es, kemungkinan besar akan iritasi dan memengaruhi sistem imun tubuh. Nggak mau kan? Lebih baik minum minuman hangat dulu.

Untuk asupannya, dr Enny menyeragamkan dengan pola makan saat sahur. Seimbangkan porsi antara karbohidrat, protein, dan vitamin. Yang terpenting, jangan tamak.

“Makan yang wajar-wajar saja. Jangan tamak nanti malah menimbun lemak,” katanya.

Saat berbuka, dr Enny memberi tahapan. Seperti mulai dengan yang manis terdahulu untuk mengganti glukosa yang hilang selama puasa. Kemudian jika bisa, jangan langsung mengonsumsi makanan berat. Mulailah dengan makanan ringan, seperti kue atau buah-buahan.

Nah, kalau pola makan sudah diatur, waktu istirahat juga perlu diperhatikan. Hindari begadang ya karena dapat menurunkan imun.

“Dan jangan lupa jaga kebersihan. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Di situasi ini hal itu jadi kunci,” tandasnya.

Jadi seperti itu menjaga pola makan saat bula puasa ya, Millens. Gimana, pola makanmu sudah benar belum? (Audrian F/E05)