Sopir Truk Pelaku Kecelakaan di Fly Over Kalibanteng Jelaskan Alasannya Melarikan Diri

Sopir Truk Pelaku Kecelakaan di Fly Over Kalibanteng Jelaskan Alasannya Melarikan Diri
Eko Pramudyo meminta maaf pada keluarga korban. (RMOLJateng)

Eko Pramudyo sopir truk yang menabrak seorang penjual koran bernama Purnomo (Mas Pur) akhirnya menyerahkan diri pada Polrestabes Semarang. Eko mengungkapkan alasan dia melarikan diri setelah tabrakan naas terjadi.

Inibaru.id – Kecelakaan yang terjadi di bawah fly over Kalibanteng telah menewaskan seorang penjual koran bernama Purnomo atau populer dengan panggilan Mas Pur. Dalam kejadian yang terjadi pada Sabtu (1/2/20) tersebut, sopir truk Eko Pramudyo (57) bergegas melarikan diri usai menabrak karena takut dihakimi massa.

Melansir RMOL Jateng, Rabu (5/2), Eko akhirnya menyerahkan diri pada unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang. Pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kedatangan Eko ke rumah korban ini untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga korban. Di samping meminta maaf, pelaku juga ingin memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Kanit Laka Satlantas Polrestabes Semarang AKP Sugito.

Sopir truk tronton berplat E-9031-E itu mendatangi kediaman orang tua Pur yang berada di Jl. Plongkowati Semarang Barat pada Selasa (4/2) untuk meminta maaf. Pihak perusahaan di mana Eko bekerja juga menyampaikan duka cita dan permintaan maaf pada keluarga korban.

Dalam kesempatan itu Eko menjelaskan bahwa dirinya nggak bermaksud lepas dari tanggung jawab setelah tabrakan terjadi. Saat itu dia panik dengan kemungkinan diamuk oleh massa.

"Saya takut di massa Pak. Begitu memarkirkan truk dan meninggalkan identitas saya naik ojek ke arah barat. Karena gak punya uang saya sempat jual hp untuk ongkos menuju Kretek, Wonosobo," jelas Eko kepada polisi dan keluarga korban.

Setelah menjual HP, Eko kemudian menyambangi kediaman bibinya lewat jalur Weleri-Sukoharjo-Parakan. Sang Bibi menyarankan pada Eko untuk menyerahkan diri pada perusahaan untuk kemudian ke pihak yang berwenang.

"Saya sempat belum mau menyerahkan diri, selama sehari bersembunyi dan tidur di Mushola kawasan Binangun Wonosobo. Setelah merenung, Senin pagi menyambangi perusahaan dan minta diantarkan ke Semarang," ucapnya.

Butuh keberanian besar untuk mengaku seperti ini ya, Millens. Semoga almarhum Mas Pur diterima oleh Tuhan YME. (MG26/E06)