Soal UNBK Cacat, Ribuan Siswa SMA di Purbalingga Ujian Ulang pada Malam Hari

Sejumlah SMA/MA di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mengalami kendala dalam pelaksanaan UNBK. Kendala itu berupa cacatnya soal UNBK yang mengharuskan para siswa melakukan ujian susulan pada malam hari.

Soal UNBK Cacat, Ribuan Siswa SMA di Purbalingga Ujian Ulang pada Malam Hari
Para siswa di Purbalingga mengalami kendala saat mengerjakan soal UNBK. (Analisadaily.com)

Inibaru.id – Ribuan siswa SMA/MA di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada malam hari karena soal UNBK diketahui cacat. Kasus itu terjadi pada hari kedua ujian, Selasa (10/4/2018).

Kompas.com, Rabu (11/4) menulis, sebagian soal Matematika nggak muncul di layar monitor. Siswa yang mendapat soal cacat terpaksa harus mengikuti ujian ulang di malam hari. Masalah ini terjadi di sejumlah SMA di antaranya di SMA 1 Purbalingga dan SMA 2 Purbalingga.

Di SMAN 1 Purbalingga, masalah ini terjadi pada sesi 1 dan sesi 2 UNBK, baik program studi IPA maupun IPS.

“Soalnya tidak keluar lengkap. Harusnya 40 soal, tapi yang keluar hanya 25. Ada siswa yang bahkan hanya mendapatkan 13 soal,” ucap Kepala SMAN 1 Purbalingga Kustomo.

Akibat kejadian ini, 270 siswa SMAN 1 Purbalingga nggak bisa menyelesaikan UNBK dengan maksimal. Namun, pihak sekolah dan pengawas ujian meminta mereka untuk mengerjakan soal seadanya.

“Mau bagaimana lagi, syarat kelulusan hanya dengan mengikuti ujian,” lanjut Kustomo.

Setelah melapor ke Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK), pihak sekolah diminta untuk melakukan sinkronisasi ulang pada komputer masing-masing. Butuh waktu sekitar satu jam untuk sekolah menyinkronkan komputer dan mengunduh kembali soal UNBK. Selepas itu, ujian sesi ketiga berlangsung normal.

Lantaran siswa yang ikut sesi pertama dan kedua nggak menyelesaikan soal lengkap, pihak SMAN 1 Purbalingga akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan ujian penuh dan mengadakan ujian ulang pada Selasa depan (17/4).

Berbeda dengan SMA 1, SMA 2 Purbalingga justru memilih untuk menggelar ujian susulan pada Selasa malam (10/4). Ujian susulan itu digelar selama dua jam yakni pukul 18.30 hingga 20.30 WIB.

“Kalau kami tunda lagi, banyak siswa kami yang tidak bisa ikut seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) dan Sekolah Polisi Negara (SPN). Jadi, kami putuskan untuk melakukannya malam ini juga,” jelas Kepala SMAN 2 Purbalingga Joko Mulyanto.

Sosialisasi tentang ujian ulang ini disebar melalui grup Whatsapp. Sebanyak 110 dari 320 siswa menyanggupi ujian susulan di malam hari. Kendati demikian, ada satu siswa yang harus dijemput pihak sekolah di rumahnya karena nggak kunjung hadir menjelang dimulainya ujian.

Total terdapat 19 SMA/MA di Kabupaten Purbalingga yang membuat keputusan serupa. Jumlah siswa yang melakukan ujian ulang diperkirakan mencapai 1.000 orang.

Nggak hanya di Purbalingga, kasus ini juga terjadi di beberapa kabupaten di Jawa Tengah yakni Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Magelang, Batang, Sragen, serta Karanganyar.

Waduh, kasihan juga ya para siswa yang harus ujian susulan. Semoga hasilnya nggak mengecewakan ya meski sempat terkendala. (IB09/E04)