Soal Klitih di Yogyakarta, Sultan Justru Curiga Isunya Dibesar-besarkan

Soal Klitih di Yogyakarta, Sultan Justru Curiga Isunya Dibesar-besarkan
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono curiga isu klitih di Yogyakarta dibesar-besarkan. (Medcom.id/ Ahmad Mustaqim)

Bukannya ingin menerapkan tindakan yang lebih serius soal klitih di Yogyakarta, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Bowono X justru menganggap isu klitih dibesar-besarkan agar citra Jogja menurun. Kok gitu, ya?

Inibaru.id – Tagar #Yogyatidakaman sempat jadi trending topic di Indonesia. Tagar ini adalah ekspresi warga terkait dengan semakin seringnya aksi kriminal klitih di Yogyakarta. Sayangnya, saat Sri Sultan Hamengku Buwono XI membahas klitih, dia justru curiga kalau isu ini dibesar-besarkan, bukannya ditangani dengan lebih serius.

Hal ini diungkap Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini saat bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada Jumat (31/12/2021) kemarin. Selama sekitar 3,5 jam mereka berbincang, isu klitih sempat jadi bahasan. Sayangnya, Sri Sultan justru menaruh kecurigaan kalau isu ini berkembang akibat pihak yang nggak bertanggung-jawab.

Sultan bahkan menyebut pihak tersebut hanya membesar-besarkan isu klitih ini. Tujuannya, tentu saja untuk merusak citra Yogyakarta yang selama ini dikenal nyaman dan aman.

“Mungkin teman-teman nggak merasa kalau (isu klitih) itu by design. Sehingga malah kedowo-dowo (terus memanjang) permasalahannya,” ungkap Sri Sultan HB X.

Sultan berdalih kalau aparat keamanan di provinsi yang dia perintah sudah melakukan semua hal agar masalah klitih ini teratasi. Salah satunya adalah dengan menangkapi pelaku tindak kejahatan di jalanan. Dia juga berharap kasus klitih bisa berkurang dengan signifikan pada tahun 2022 ini.

Klitih di Yogyakarta semakin meresahkan masyarakat. (Harian Merapi/Dokumen Humas Polres Kulon Progo))
Klitih di Yogyakarta semakin meresahkan masyarakat. (Harian Merapi/Dokumen Humas Polres Kulon Progo))

Di sisi lain, Panglima TNI Andika Perkasa juga jarang mendapatkan laporan terkait kasus-kasus kejahatan yang mengkhawatirkan di DIY. Andika juga mengklaim reputasi keamanan di provinsi yang dikenal dengan slogan trimo ing pandum ini bagus.

“Yogyakarta punya reputasi yang sangat bagus,” ujar laki-laki yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Sayangnya, tudingan bahwa isu klitih ini hanya dibesar-besarkan oleh media justru mendapatkan tanggapan negatif dari warganet, khususnya yang tinggal di Yogyakarta. Realitanya, kasus klitih semakin mengkhawatirkan, khususnya bagi mereka yang harus sering berada di jalanan di malam hari.

Sebagai contoh, pelaku ojek daring, pekerja yang pulang malam, atau para anak muda yang terbiasa nongkrong sampai malam kini juga khawatir menjadi korban klitih yang seringkali terjadi di jalanan sepi dan jauh dari kawasan tempat wisata.

Kalau menurut kamu, apa yang sebaiknya dilakukan agar kasus klitih di Yogyakarta bisa dihentikan, Millens? (Kom/IB09/E05)