Siswa Positif Covid-19 di Tegal Sempat Masuk Sekolah, Guru dan Teman Sekelas Jalani Tes Swab

Siswa Positif Covid-19 di Tegal Sempat Masuk Sekolah, Guru dan Teman Sekelas Jalani Tes Swab
Ilustrasi: Tes swab dilakukan terhadap guru dan siswa yang diperkirakan berinteraksi dengan seorang siswa di Tegal yang terbukti positif Covid-19. Saat ini, mereka tengah menunggu hasil tes. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sempat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah, seorang siswa di Tegal, Jawa Tengah, ternyata positif Covid-19. Kini, seluruh guru dan teman sekelas menunggu hasil tes swab.

Inibaru.id – Seorang pelajar SD di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terbukti positif Covid-19. Masalahnya, sang pelajar sempat masuk sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bersama dengan guru dan teman-teman sekelasnya.

Sang pelajar yang nggak disebutkan namanya ini berasal dari Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Kendati nggak mengeluhkan gejala klinis apa pun, dia kini harus menjalani isolasi mandiri lantaran diduga mengidap corona. Dia diperkirakan tertular kakeknya yang juga sudah terbukti positif Covid-19.

Menurut keterangan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal dr Joko Wantoro, kakek dari bocah tersebut kini dirawat di RS Dr Soeselo, Slawi. Sang kakek diketahui berprofesi sebagai sopir bajaj di Jakarta.

“Kakeknya sebelumnya pulang dari Jakarta sebagai sopir bajaj,” ucap Joko pada Selasa (4/8/2020).

Mengikuti KBM Tatap Muka

Ilustrasi: Kegiatan belajar-mengajar di sekolah berpotensi menularkan virus Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ilustrasi: Kegiatan belajar-mengajar di sekolah berpotensi menularkan virus Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sebelum dinyatakan positif corona, siswa tersebut diketahui telah beberapa kali mengikuti KBM tatap muka di sekolah. Dia juga sempat datang ke Madrasah. Nah, setelah kakeknya dipastikan positif, pelajar ini pun menjalani tes swab, yang kemudian terkonfirmasi positif dan diisolasi mandiri di rumah.

Mengetahui kejadian ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal pun bertindak, menelusuri siapa saja yang berinteraksi dengan si anak, termasuk di antaranya teman sekelas dan gurunya. Sementara itu, tes swab menunjukkan hasil negatif pada orang tuanya si anak.

“Semua kontak eratnya kami swab. Tapi, sampai hari ini hasilnya belum keluar,” ucap Joko menjelaskan tentang hasil tes teman-teman dan guru sekolah anak tersebut.

Kini, kondisinya akan terus dipantau hingga hari ke-10 setelah pemeriksaan swab tenggorokan. Jika nggak mengalami gejala sakit apapun, nggak perlu menjalani swab ulang.

“Sekarang prosedurnya kan kalau sudah 10 hari sejak tes pertama yang hasilnya positif nggak ada gejala, nggak perlu tes lagi,” ucap Joko.

Di beberapa daerah, sekolah memang kembali dibuka, meski harus dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Namun, kasus kayak gini bikin miris juga nggak sih? (Kom/IB09/E03)