Siswa Dihukum Makan Kotoran Manusia, Begini Klarifikasi Sekolah

Siswa Dihukum Makan Kotoran Manusia, Begini Klarifikasi Sekolah
Siswa Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere dihukum makan kotoran manusia (Okezone.com)

Pihak Sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa menjelaskan insiden hukuman memakan kotoran manusia pada siswi Kelas VII. Seperti apa penjelasan mereka?

Inibaru.id – Sebanyak 77 dari 89 siswa kelas VII Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere yang ada di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, diminta untuk memakan kotoran manusia sebagai hukuman. Hukuman ini diberikan oleh dua orang pendamping siswa.

Salah seorang korban menyebut, hukuman ini dilakukan setelah jam makan siang. Saat itu, Dia dan teman-temannya akan beristirahat sehingga kembali ke asrama. Hanya saja, salah satu pendamping siswa menemukan kotoran manusia di dalam kantong yang ada di lemari kosong.

Sang pendamping kemudian memanggil seluruh siswa. Dia bertanya siapa yang menyimpan kotoran tersebut. Hanya saja, nggak ada satupun siswa yang mengaku.

Sang pendamping kemudian naik pitam dan menyendok kotoran tersebut. Para siswa kemudian diminta untuk memakannya satu per satu. Meski menjijikkan, nggak ada satu pun siswa yang berani melawan.

“Kami terima dan pasrah. Jijik sekali, tetapi kami tidak bisa melawan,” ucap salah satu siswa kelas VII.

Korban diminta makan kotoran di Maumere (POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU)
Korban diminta makan kotoran di Maumere (POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU)

Awalnya, para siswa takut untuk melaporkan hal ini ke pihak sekolah karena nggak ingin mendapatkan hukuman tambahan, namun salah satu siswa lari ke rumah dan menceritakannya ke orang tuanya. Sang orang tua kemudian melaporkan hal ini ke grup WhatsApp Humas Sekolah pada Jumat (21/2).

Salah satu orang tua siswa, Martinus, mengaku kecewa dengan insiden ini. Dia pun meminta pihak sekolah menghukum pelaku dengan tegas. Dia juga memutuskan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain.

“Menurut saya, pihak sekolah beri tindakan tegas bagi para pelaku. Yang salah ditindak tegas, Bila perlu, dipecat saja,” saran Martinus.

Penjelasan pihak sekolah terkait dengan insiden hukuman kotoran manusia (indopolitika.com)
Penjelasan pihak sekolah terkait dengan insiden hukuman kotoran manusia (indopolitika.com)

Sementara itu, pihak sekolah menyebut insiden ini berlangsung pada Rabu (19/2) sekitar pukul 14.30 WITA. Pimpinan Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere, Romo Deodatus Du’u membantah hukuman ini dilakukan oleh pendamping siswa, namun dilakukan oleh dua siswa dari Kelas XIII yang menjaga kebersihan asrama siswa kelas VII.

Deodatus juga menyebut para siswa ini tidak dipaksa untuk memakan kotoran manusia, namun menyentuhkan kotoran yang ada di sendok pada bibir dan lidah siswa.

Meskipun begitu, pihak sekolah meminta maaf terhadap para siswa terkait dengan hal ini. Kedua siswa yang melakukan hukuman ini juga sudah dikeluarkan. Kini, pihak sekolah akan melakukan pemulihan mental pada para siswa.

Kalau menurut Millens, pelaku insiden ini harus mendapatkan hukuman berat nggak? (Kom/IB09?E06)