Sindrom Sleeping Beauty Dipicu oleh Gigitan Lalat?

Lalat tsetse membawa parasit yang akan menginfeksi sistem saraf pusat manusia dan memicu sindrom putri tidur.

Sindrom Sleeping Beauty Dipicu oleh Gigitan Lalat?
Kondisi Echa saat masih terlelap dan tidak bisa dibangunkan. (Uzone)

Inibaru.id – Sindrom putri tidur yang dialami oleh remaja putri bernama Siti Raisha Miranda dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, masih menjadi perbincangan warganet. Menteri Kesehatan Nila Moeloek bahkan sampai angkat bicara tentang penyakit yang membuat gadis yang dipanggil Echa ini tidur hingga 13 hari. Menurut Nila, penyebab dari sindrom yang diderita Echa ternyata berasal gigitan lalat.

“Dia itu bukan tertular penyakit atau sedang meminum obat tidur. Sindrom itu dikenal orang-orang dulu akibat gigitan lalat tsetse,” ucap Nila sebagaimana dilansir dari Tempo (26/10/2017).

Baca juga:
Sindrom Putri Tidur, Gangguan Langka yang Misterius
Si Putri Tidur Terlelap Belasan Hari

Pakar kesehatan spesialis saraf RSUD Ulin Banjarmasin bernama dr Lily Runtuwene memberikan penjelasan yang berbeda. Menurut dr Lily, penyebab dari sindrom ini adalah mutasi gen sehingga bisa disebut sebagai penyakit bawaan.

“Mutasi gen adalah perubahan gen yang seharusnya A jadi B. Itu biasanya terjadi saat pembuahan dalam rahim ketika ibunya mengandung anak penderita sindrom ini,” ucapnya sebagimana dikutip dari Bangkapos (22/10/2017).

“Oleh sebab itu, bagi ibu hamil harus sangat berhati-hati, terutama sekali ketika usia kehamilan nol hingga tiga bulan saat janin masih dalam proses pembentukan,” lanjutnya.

Penyebab dari mutasi gen ini bisa jadi karena infeksi, paparan sinar radiasi, hingga paparan zat kimia yang ada dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh ibunya dan mempengaruhi proses pembuahan janin di dalam rahim.

Baca juga:
Ribuan Ikan Nila Mendadak Mati di Mukomuko
Kevin Akan “Jadi” Mbok Jamu dalam Ajang Miss International 2017

Untuk kasus gigitan lalat tsetse, hal ini biasanya ditemukan di Afrika. Lalat ini memang bisa menghisap darah korbannya. Sayangnya, lalat ini juga membawa parasit yang jika masuk ke dalam tubuh manusia akan menginfeksi sistem saraf pusat dan memicu sindrom Kleine-Levin, nama medis dari sindrom putri tidur.

Infeksi parasit yang dibawa oleh lalat tsetse biasanya akan menimbulkan gejala awal seperti demam, sakit kepala, serta gatal-gatal pada kulit. Setelahnya, penderitanya akan mengalami gejala seperti kejang-kejang, kesulitan berpikir, hingga tidur dalam waktu yang lama. Jika kondisi ini tidak segera ditangani secara medis, bisa jadi korban tidak akan lagi bisa bangun dari tidurnya.

Nila berkata bahwa pihak pemerintah terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memantau sekaligus membantu kondisi kesehatan Echa. (AW/SA)