Sewa Novel dan Komik? Ke Gramas Saja!

Suka membaca tapi nggak punya uang buat beli buku? Yuk, ke Gramas saja. Di sini, kamu bisa menyewa aneka buku seperti novel dan komik dengan harga yang lumayan terjangkau.

Sewa Novel dan Komik? Ke Gramas Saja!
Gramas tampak luar (Inibaru.id/Artika Sari)

Inibaru.id – Di tengah derasnya gempuran teknologi, beberapa orang masih memilih buku ketimbang gawai untuk mengisi waktu luang mereka. Nggak heran kalau beberapa tempat persewaan buku masih eksis. Salah satu tempat persewaan buku yang masih eksis yakni Gramas yang berada di Jalan Kartini Nomor 6A, Sarirejo, Semarang. Persewaan yang buka pada pukul 10.00-21.00 WIB ini menyediakan berbagai bacaan yang didominasi novel dan komik.

Koleksi buku Gramas telah mencapai lebih dari dua ribu buku. (Inibaru.id/Artika Sari)

Berdiri sejak tahun 2006, koleksi komik dan novel populer Gramas terlihat lumayan lengkap. Mulai dari Doraemon, Conan, serial cantik, hingga novel karangan Ayu Utami mengisi rak-raknya yang secara keseluruhan berjumlah 27 rak. Harga sewanya pun bervariatif. Harga sewa komik berkisar antara Rp 2500-Rp 3000, sedangkan harga sewa novel berkisar Rp 3 ribu-Rp 30 ribu.

Kamu juga bisa jadi anggota lo, Millens. Caranya gampang. Kamu hanya perlu membawa fotokopi identitas dan membayar deposit yang akan dipotong jika kamu datang menyewa. Jika kamu tinggal di Semarang, depositnya cukup Rp 10 ribu saja. Akan tetapi, kalau kamu datang dari luar kota, kamu harus membayar deposit Rp 50 ribu.

Nah, kalau telat mengembalikan buku, kamu juga bakal didenda. Untuk buku dengan harga sewa di atas Rp 10 ribu, kamu akan didenda Rp 1000 per hari. Sementara itu, untuk buku dengan harga sewa di atas Rp 10 ribu, kamu akan dikenakan denda Rp 2 ribu per hari.

Dalam sehari, petugas biasa melayani 10 peminjam buku. (Inibaru.id/Artika Sari)

Pengelola Gramas Merry mengaku, dalam sehari lebih kurang ada sekitar 10 orang yang menyewa buku di Gramas. Pengunjung yang muda biasanya memilih komik, sedangkan orang dewasa memilih novel-novel Harlequin.

“Penulis yang namanya kurang terkenal itu biasanya jarang dipinjam. Peminjam lebih memilih novel yang populer atau sudah difilmkan,” tutur perempuan berusia 21 tahun tersebut.

Kendati sudah berdiri selama 12 tahun, Merry mengaku masih ada hambatan dalam mengelola persewaan buku ini. Salah satu hambatannya adalah lokasi Gramas yang kurang strategis.

Sebelum pindah ke alamat yang sekarang, Gramas dulunya berada di Jalan Gajahmada, nggak jauh dari Mal Citra Land. Persewaan ini harus pindah karena masa sewa bangunannya habis. Selain lokasi yang kurang strategis, cuaca yang kurang bersahabat juga kadang menghambat peminjam. “Kalau hujan orang jadi malas sewa karena takut bukunya lecek atau rusak,” tambahnya.

Merry berharap bisnis persewaan buku ini nggak kehilangan peminat. Meski generasi millennials kini lebih senang menenggelamkan diri dalam gawai, dia pengin, mereka nggak lupa merasakan nikmatnya membaca buku.

Wah, siapa nih yang masih suka menyewa buku? (Artika Sari/E04)