Seusai Pilkada 2020, Medsos Dibanjiri Meme Para Golputers Rusak Surat Suara

Seusai Pilkada 2020, Medsos Dibanjiri Meme Para Golputers Rusak Surat Suara
Surat suara dirusak di sejumlah TPS sebagai bentuk protes terhadap Pilkada 2020. (Twitter/dindaaote)

Setelah gelombang kritik pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi nggak digubris, para golputers pun turun tangan. Mereka datang ke TPS, merusak surat suara, lalu memviralkannya ke media sosial.

Inibaru.id – Pilkada serentak 9 Desember 2020 akhirnya tetap terlaksana di tengah badai kritik dari banyak kalangan. Selain lantaran digelar di tengah masa pandemi Covid-19, nggak sedikit yang menuding gelaran pilkada akbar kali ini menjadi ajang politik dinasti di sejumlah daerah.

Menjelang pilkada, ajakan untuk menjadi golongan putih (golput) pun kian gencar diserukan. Sebagian orang beralasan, pilkada bisa menjadi klaster baru Covid-19. Sebagian golputers lain mengaku sudah skeptis dengan calon-calon pemimpin yang bertarung.

Namun, nggak semua golputes itu nggak datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Ada juga yang tetap datang, lalu merusak surat suara yang menjadi hak mereka. Surat-surat suara yang rusak ini kemudian jadi meme yang viral di media sosial.

Menganggap Seluruh Calon Sebagai Koruptor

Surat suara dicoret karena menganggap seluruh calon sebagai koruptor. (Twitter/PolJokesID)
Surat suara dicoret karena menganggap seluruh calon sebagai koruptor. (Twitter/PolJokesID)

Sebuah gambar yang viral di media sosial menunjukkan surat suara pemilihan Walikota Tangerang Selatan, Banten, yang rusak karena dicoret. Dengan spidol berwarna biru, pemilih mencoret seluruh calon dengan tanda silang. Pada bagian atas, ada tulisan "koruptor" dengan huruf kapital.

Hm, sepertinya pemilih yang satu ini benar-benar nggak percaya dengan para calon yang disediakan ya, Millens!

Curhat di Surat Suara

Warga justru curhat di surat suara. (Twitter/pendooosa)
Warga justru curhat di surat suara. (Twitter/pendooosa)

Masih di Provinsi Banten, tepatnya di Cilegon, surat suara pemilihan walikota malah dijadikan ajang curahan hati (curhat). Meski begitu, curhat ini sangat serius karena juga menjadi bentuk protes kepada pemerintah.

Di tanah kelahiran kami, rezeki di tangan Tuhan, yang ngatur LSM dan Ormas,” bunyi tulisan yang ditempel di surat suara tersebut. Siapa yang tersindir nih? Ha-ha.

Mencoblos Suga BTS

Warga justru memilih memasang foto Suga BTS dan mencoblosnya. (Twitter/nanasunbaenim)
Warga justru memilih memasang foto Suga BTS dan mencoblosnya. (Twitter/nanasunbaenim)

Pada pilkada serentak kemarin, beberapa wilayah hanya memiliki kandidat tunggal, salah satunya di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada kertas suara, kontestan pun bersanding dengan kotak kosong. Nah, ada seorang pemilih yang iseng menempelkan foto personel K-pop BTS, Suga. Duh, duh!

Kampanye RUU PKS

Surat suara jadi ajang kampanye untuk mensahkan RUU PKS. (Twitter/PolJokesID)
Surat suara jadi ajang kampanye untuk mensahkan RUU PKS. (Twitter/PolJokesID)

Kalau yang satu ini jauh lebih menarik, meski nggak bisa dibenarkan juga. Seorang warga menempelkan sebuah kertas di surat suara yang isinya meminta pemerintah segera mengesahkan RUU PKS. Meski begitu, ada curhatnya juga sih.

Saya minta ini diviralkan, saya datang ke TPS ini untuk menghormati orang-orang yang bekerja di balik ini semua. Yang saya pelajari akhir-akhir ini adalah pesta politik ini kebal terhadap virus corona. Ibadah dibatasi, sekolah dibatasi, kerja dibatasi, pesta politik jalan terus bos. SAHKAN RUU PKS,” tulisnya.

Jengah dengan Politik Dinasti

Protes politik dinasti di surat suara Pemilihan Wali Kota Surakarta. (Twitter/PolJokesID)
Protes politik dinasti di surat suara Pemilihan Wali Kota Surakarta. (Twitter/PolJokesID)

Bisa ditebak di mana kan? Yap, di Kota Solo, surat suara dicoret dengan tulisan “Stop Dinasti”. Pemilih ini juga memilih pasangan calon yang merupakan lawan Gibran, anak sulung Presiden RI Jokowi, sebagai bentuk protes.

Wah, sudah bisa dipastikan semua surat suara itu dianggap rusak ya. Kamu menemukan surat suara "unik" semacam itu di tempatmu juga nggak nih? (IB09/E03)