Setelah 7 Juni, Bandara Ahmad Yani Bakal Buka Lebih Banyak Penerbangan

Setelah 7 Juni, Bandara Ahmad Yani Bakal Buka Lebih Banyak Penerbangan
Mulai 8 Juni Bandara Ahmad Yani Semarang akan membuka lebih banyak penerbangan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

8 Juni nanti, Bandara Ahmad Yani Semarang siap membuka lebih banyak jalur penerbangan. Namun, tetap ada syarat yang harus dipenuhi calon penumpang.

Inibaru.id - Gesekan roda-roda koper penumpang pesawat belakangan mulai bermunculan lagi di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang. Semenjak Pemerintah membuka penerbangan bersyarat, penumpang jadi sedikit lebih ramai setelah adanya pembatasan penerbangan untuk menghindari Covid-19.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Hardi Ariyanto saat menggelar konferensi pers di kantor Angkasa Pura mengatakan, pihak Bandara Ahmad Yani akan memperpanjang kebijakan pembatasan perjalanan orang dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19 hingga 7 Juni 2020. Sebelumnya kebijakan tersebut sudah berjalan dari 1-31 Mei 2020.

Selain memutus mata rantai Covid-19, kebijakan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 116 Tahun 2020 Tentang Perpanjangan Masa Berlaku Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idulfitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Rujukan lain yang dijadikan patokan yaitu Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE 37 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE 32 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Operasional Transportasi Udara Untuk Pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

General Manager Bandara Ahmad Yani Hardi Ariyanto. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
General Manager Bandara Ahmad Yani Hardi Ariyanto. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Karena itu, calon penumpang yang akan melakukan perjalanan diimbau untuk memenuhi kriteria pengecualian pembatasan orang dan melengkapi persyaratan. Hal ini juga dituangkan dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 5 tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Yang patut diperhatikan, persyaratan antara daerah penerbangan dan tujuan bisa saja berbeda. Untuk itu calon penumpang harus tahu betul soal ini. Ada daerah tujuan penerbangan yang mewajibkan calon pendatang harus melengkapi diri dengan hasil swab test PCR. Tanpa memenuhi persyaratan tersebut, calon penumpang nggak diperbolehkan terbang.

"Kami berharap dengan diberlakukannya kebijakan ini masyarakat yang akan keluar masuk suatu daerah melalui jalur udara dapat terseleksi lagi sehingga mempermudah proses percepatan penanganan Covid-19," ujarnya.

Kemudian Hardi Ariyanto juga mengumumkan kalau pada tanggal 8 Juni 2020 nanti, penerbangan ke berbagai tempat akan diperlebar. Sebanyak 8 maskapai siap kembali beroperasi.

Penukaran tiket di Bandara Ahmad Yani sudah menggunakan kursi agar nggak berdesak-desakan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Penukaran tiket di Bandara Ahmad Yani sudah menggunakan kursi agar nggak berdesak-desakan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Meskipun begitu, pemberlakuan ini masih menunggu instruksi dari peraturan Pemerintah. Apa pun nanti keputusannya, pengelola Bandara Ahmad Yani siap untuk melaksanakan. Sembari menunggu, sejumlah protokol kesehatan terus digencarkan pihak pengelola bandara. Nggak cuma itu, di sana juga akan dibuka gerai-gerai penjual masker, hand sanitizer, dan obat-obatan.

“Tapi untuk harga tiket nggak ada perubahan ya,” lanjut Hardi.

Sebagai informasi tambahan, selama Mei 2020 tercatat Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani telah melayani 124 pergerakan pesawat, 2.329 penumpang, dan 146.517 kilogram kargo, baik domestik maupun internasional.

Semoga wabah cepat selesai dan semua orang bisa bepergian dengan nyaman ya, Millens. (Audrian F/E05)