Sering Lupa? 4 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Sering Lupa? 4 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Lupa merupakan hal yang wajar dialami setiap manusia. (Shutterstock/ Aaron Amat)

Lupa adalah hal yang wajar terjadi. Namun, lupa nggak begitu saja terjadi, lo. Ada hal-hal yang memicu terjadinya lupa seperti ulasan berikut.

Inibaru.id – Kamu pasti pernah melupakan suatu hal. Bisa saja melupakan suatu kejadian dalam hidupmu atau bahkan melupakan hal-hal sepele sekalipun. Lupa juga bisa membuatmu panik seperti saat lupa menaruh ponsel dan kacamata atau justru malu karena lupa nggak mengenakan dresscode tertentu saat pesta.

Lupa memang hal yang wajar. Namun, terlalu sering lupa juga bisa mengganggu kehidupanmu. Hm, sebenarnya apa sih penyebab manusia mudah lupa? Yuk, simak penjelasan berikut.

Informasi Nggak Disimpan dalam Ingatan Jangka Panjang

Tidak semua informasi dapat disimpan lama. (Shutterstock/ Dean Drobot)

Nggak semua informasi dapat disimpan dalam ingatan jangka panjang, Millens. Ada beberapa informasi yang nggak tersimpan rapi dalam ingatan jangka panjang. Nah, informasi-informasi inilah yang kemungkinan besar akan kamu lupakan. Kamu akan cenderung nggak bisa mengingat detail informasi itu atau bahkan lupa sama sekali.

Banyak Informasi yang Mirip

Kemiripan antarinformasi membuat beberapa informasi terlupakan. (Epizone)

Informasi-informasi yang masuk dalam ingatanmu seolah bersaing satu sama lain agar tetap tersimpan. Terlebih lagi jika terdapat kemiripan antarinformasi sehingga bisa membuatmu lupa. Informasi-informasi tersebut pun akan terbagi lagi dalam ingatan jangka panjang, ingatan jangka pendek, atau malah langsung terlupakan.

Tergantikan Informasi Baru

Informasi yang memudar akan segera digantikan oleh informasi baru. (Shutterstock/ Path Doc)

Laman Hellosehat (2/7/2018) menulis, ada satu fenomena yang disebut trace decay theory. Setiap memori yang ada di ingatan jangka pendek akan meninggalkan jejak. Namun, lambat laun ingatan itu bisa semakin memudar hingga hilang, terutama jika ingatan tersebut nggak pernah “dihidupkan” kembali.

Memori itu akan hilang seiring dengan waktu dan kapasitas ingatan jangka pendek. Selagi ada ingatan baru, ingatan lama akan terhapus juga.

Informasi Hilang dengan Sendirinya

Ingatan traumatis cenderung akan segera memudar. (Shutterstock/ Mangpor2004)

Fyi, otak manusia dapat bekerja aktif untuk melupakan suatu hal, terutama jika berkaitan dengan pengalaman yang traumatis. Sistem neurotransmitter cannabinoid atau senyawa kimia pada otak membuat manusia fokus pada kejadian di masa kini, bukan masa lalu. Seiring waktu, ingatan yang traumatis akan semakin memudar meski mungkin nggak hilang sepenuhnya.

Meski lupa itu wajar dialami semua orang, tapi rasanya kurang nyaman menjadi orang pelupa ya, Millens. Untuk menghindarinya, yuk lebih giat asah kemampuan otakmu supaya bisa mengingat lebih lama! (IB10/E04)