Sering Dikira Produk Asing, Justru Produk-produk Ini Asli Indonesia

Sering Dikira Produk Asing, Justru Produk-produk Ini Asli Indonesia
Silverqueen ternyata produk asli Indonesia. (IDN Times)

Banyak orang yang masih memperdebatkan produk asing dan produk asli Indonesia. Menariknya, ada banyak produk yang sering dikira sebagai produk asing yang ternyata justru asli Indonesia. Berikut adalah produk-produk tersebut.

Inibaru.id - Semenjak Presiden Indonesia Joko Widodo minta kita buat benci produk asing, muncul banyak obrolan mengenai produk-produk mana yang merupakan produk asing dan mana yang produk asli Indonesia. Nah, hal ini juga terjadi di media sosial Twitter belakangan ini.

Sebuah akun bernama @unakami pada Minggu (14/3/2021) bikin cuitan yang bikin heboh terkait hal ini.

"Jangan salah menilai produk lokal dan luar. Banyak yg salah kaprah dulu, contoh ngira hokben, jco, eiger itu produk luar, tapi ternyata itu produk lokal. Kita harus bangga dong, punya mereka #mendinglokalaja," tulis akun itu beserta dengan gambar-gambar produk lokal yang sering dikira sebagai produk asing.

Hm, tapi benar nggak sih kalau produk-produk itu punya orang Indonesia? Yuk, simak fakta-fakta selengkapnya berikut ini.

Polytron

Polytron. (hikmahpengalaman.blogspot)
Polytron. (hikmahpengalaman.blogspot)

Benar kok ini produk Indonesia. Pabriknya aja ternyata di Kudus, Jawa Tengah lo. Pasti kamu sebelumnya membayangkan kalau merek ini asli Jepang, kan? Haha. Nggak heran sih anggapan ini muncul, soalnya produk Polytron adalah barang-barang elektronik seperti TV, ponsel, AC, audio, dispenser, dan DVD Player, speaker, kulkas dan lain-lain.

Biasanya, produk-produk ini memang dikuasai jenama dari Negeri Matahari Terbit. Tapi, Polytron dengan gagahnya mampu menembus dominasi itu.

Sejauh ini, Polytron punya dua 3 lokasi pabrik yang berbeda. Karyawannya pun sudah mencapai 10 ribu orang. Pabrik pertama ada di Desa Krapyak dan yang kedua di wilayah Sidorekso. Ada pabrik lain di Sayung, Demak. Setiap pabrik punya jenis produksi yang berbeda-beda.

Polygon

Polygon pabriknya ada di Sidoarjo. (Kontan)
Polygon pabriknya ada di Sidoarjo. (Kontan)

Kalau Polygon, pabriknya ada di Sidoarjo, Jawa Timur. Pemilik perusahaan ini adalah Insera Sena yang merintis bisnis sepeda sejak 1989.  Kini, Polygon dikenal sebagai salah satu jenema sepeda paling populer di Indonesia.

Sejak 1997, Polygon sudah mulai melakukan ekspor ke Singapura. Bahkan, pada 2000, sepeda Polygon sudah merambah Malaysia. Yang keren, satuan polisi Kerajaan Thailand pakai Polygon untuk kendaraan operasional. Mantap!

Eiger

Eiger punya Indonesia. (Alviezone)
Eiger punya Indonesia. (Alviezone)

Produk yang identik dengan aktivitas alam atau naik gunung ini asli Indonesia. Hanya, banyak orang yang salah mengira produk ini dari Swiss gara-gara namanya yang diambil dari salah satu gunung di negara tersebut. Nah, produsen Eiger, PT Eigerindo Multi Produk Industry sudah ada sejak 1979, lo.

J.Co

Donat J.co. (myeatandtravelstory.wordpress)
Donat J.co. (myeatandtravelstory.wordpress)

Bicara J.Co, pasti yang terpikir pertama adalah donat. Padahal, J.Co sebenarnya juga merupakan kedai kopi. Menariknya, banyak orang yang masih mengira J.Co sebagai produk asing. Padahal, pemilik dari jenama ini adalah Johny Andrean, penata rambut tersohor di Indonesia.

Tebak, sejak kapan J.Co ada di Indonesia? Yap, kali pertama J.Co buka di Supermal Karawaci pada 2005.

Le Minerale

Le Minerale. (alifaisya.com)
Le Minerale. (alifaisya.com)

Minuman yang identik dengan slogan “manis-manisnya” ini sering dianggap produk luar negeri karena namanya yang nggak Indonesia banget. Realitanya, Le Minerale memang terkesan Prancis banget, sih.

Faktanya, Le Minerale diproduksi oleh PT Mayora dan diluncurkan tahun 2016. Perusahaan itu juga memproduksi Teh Pucuk Harum. Lokasi produksi Le Minerale ada di Pasuruan, Sukabumi, dan Makassar.

Hokben

Tampaknya dari Jepang, tapi ternyata dari Indonesia. (Kompas)
Tampaknya dari Jepang, tapi ternyata dari Indonesia. (Kompas)

Jujur aja deh, kamu pasti mengira restoran ini asli Jepang kan? Wajar aja, banyak kok yang berpikir demikian. Ya bagaimana nggak mikir begitu, dari unsur nama saja sudah nggak Indonesia banget. Bahkan semua unsur restoran dan makanannya sangat Jepang.

Saat kali pertama berdiri pada 18 April 1985, nama aslinya adalah Hoka-Hoka Bento. Awalnya memang punya sangkut paut dengan Jepang karena jenama asli Hoka-hoka Bento itu dari sana. Namun, seiring waktu berjalan, perusahaan yang asli di Jepang tutup. Akhirnya, namanya diganti jadi Hokben dan kini sepenuhnya jadi produk asli Indonesia.

Selain nama-nama produk tadi, ada produk lain yang juga asli Indonesia seperti Silver Queen, La Fonte, Terry Palmer dan masih banyak lagi. Bangga ya, Millens. Banyak produk asli Indonesia berkualitas wahid gitu. (Kom/IB28/E07)