Sering Alami Impulsive Buying ? Begini Cara Mengatasinya

Sering Alami <em> Impulsive Buying </em>? Begini Cara Mengatasinya
Ilustrasi belanja berlebihan. (Marketing91.com)

Memanjakan diri dengan membeli barang yang diinginkan boleh-boleh saja, kok. Namun, kalau kamu mendadak beli banyak barang yang akhirnya menumpuk karena nggak digunakan, ya keuanganmu bakal terganggu.

Inibaru.id – Seringkali seseorang akan tergoda membeli barang saat pergi ke pusat perbelanjaan atau melihat-lihat di marketplace. Terkadang tanpa pikir panjang, seseorang langsung membeli barang itu untuk memuaskan keinginan atau rasa penasaran.

Kondisi inilah yang disebut sebagai impulsive buying (pembelian impulsif). Dikatakan impulsif karena pembelian itu muncuk tanpa terencana dan sebenarnya nggak terlalu kamu butuhkan.

Nah, membeli barang yang nggak benar-benar kamu butuhkan bisa membuatmu merasa menyesal di kemudian hari. Nggak hanya itu, impulsive buying juga bisa menganggu roda keuanganmu. Supaya nggak merasa merugi, coba deh lakukan cara-cara berikut untuk mengatasi impulsive buying.

Menulis Daftar dan Rencana Pembelian

Menurut Developgoodhabits.com, penting banget untuk membuat daftar rencana pembelian kebutuhanmu dalam sebulan. Kalau kamu mau pergi ke pusat perbelanjaan, daftar ini juga penting dibuat. Daftar belanjaan itu sangat membantumu untuk memutuskan mana yang harus lebih dulu dibeli dan mana yang nggak perlu dibeli.

Eits, setelah membuat daftar pembelian, kamu juga perlu berjanji pada dirimu sendiri untuk nggak mengingkari pembelian di luar daftar itu, Millens. Anggap saja barang yang nggak tertulis dalam daftar adalah barang yang nggak akan kamu gunakan sampai kapan pun. Dengan begitu, keuanganmu akan tetap terjaga.

Membuat Daftar Tunggu 30 Hari Barang Incaran

Apa itu daftar tunggu 30 hari? Daftar ini berfungsi untuk menguji apakah barang itu benar-benar kamu butuhkan atau nggak. Ketika kamu mengingkan sesuatu, catat saja nama toko, nama barang, dan harganya. Tunggulah sampai bulan depan. Kalau kamu masih menginginkannya, bisa jadi barang itu memang kamu butuhkan. Namun, sebaliknya, kalau kamu sudah nggak meliriknya sama sekali berarti kamu nggak membutuhkannya. Jika sudah begitu, coret saja barang tersebut dari daftar belanjaanmu.

Lakukan Riset Sebelum Membeli

Ketika hendak membeli suatu barang, ada baiknya kamu benar-benar mengenali produk tersebut. Ini juga berlaku saat kamu akan membeli barang-barang pokok, apalagi barang tersebut mahal dan cukup berisiko seperti laptop, ponsel, sepatu, dan lain-lain. Kamu bisa melakukan riset kecil apakah produknya cacat, lawas, atau palsu. Ini akan membantumu mencegah penyesalan seusai membeli.

Hindari Penggunaan Kartu Kredit

Perlu diingat, membayar segala hal dengan kartu kredit akan memberatkan keuanganmu di masa mendatang. Ada baiknya kamu selalu melakukan pembayaran dengan uang tunai supaya terhindar dari pembengkakan tagihan.

Hindari Mengunjungi Marketplace Bila Nggak Butuh

Kendati sepele, hal ini benar-benar sangat membantumu menghindari rasa ingin memiliki suatu barang. Taktik pemasaran di marketplace biasanya sangat menarik sehingga kamu bisa mudah tergiur. Terkadang, sebelum membaca deskripsinya kamu sudah tertarik dulu dengan gambarnya. Nah, ini nih yang biasanya membuatmu kecanduan belanja.

Yap, itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari impulsive buying, Millens. Dari semua hal itu, sebenarnya yang lebih penting adalah pengendalian dirimu. Kalau kamu bisa mengendalikan diri dengan baik, pembelian impulsif ini dapat dicegah, kok. (IB07/E04)