Sepuluh Orang di Banyumas Tertular Corona Usai Salat Berjamaah

Sepuluh Orang di Banyumas Tertular Corona Usai Salat Berjamaah
Beribadah di masjid saat pandemi corona masih jadi perdebatan. (Unsplash/Rumman Amin)

Seorang warga di Banyumas tularkan virus corona saat melakukan ibadah salat di masjid. Sebelumnya, orang tersebut melakukan perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan. Akibatnya, sepuluh warga dipastikan positif tertular dan puluhan lainnya masih dalam pemeriksaan.

Inibaru.id – Jumlah pasien positif corona di Kelurahan Kober, Banyumas, Jawa Tengah melonjak usai salah seorang warganya tularkan virus dalam aktivitas solat berjamaah di masjid. Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, kini ada sepuluh warga di desa tersebut yang positif Covid-19.

Kejadian bermula saat salah seorang warga Kober yang positif corona tersebut merasa sehat usai mengikuti tablig akbar di Gowa, Sulawesi Selatan. Setelah pulang, pasien melakukan interaksi dengan beberapa orang dan melakukan aktivitas di ruang publik, termasuk salat berjamaah di masjid.

“Awalnya hanya satu yang positif, dia ikut tablig akbar di Gowa, Makassar. Walaupun batal, tapi dia sudah berangkat,” kata Achmad melalui unggahan video singkat pada Kamis (16/4/2020) pukul 20.00 WIB.

Setelah orang tersebut menjalani rapid test, dia dinyatakan terindikasi positif virus corona. Pemkab Banyumas melakukan langkah cepat dengan melacak orang-orang yang berhubungan dengan pasien. Setidaknya, sudah ada 40 orang yang diminta melakukan tes cepat.

“Yang sudah kami rapid test 40 orang, positif 10 orang,” terang Achmad.

Kejadian tersebut membuat wilayah Kober dinyatakan salah satu wilayah zona merah penularan virus corona di Banyumas. Kasus di Kober ini juga menjadi bukti bahwa satu jamaah tablig akbar bisa memicu penyebaran Covid-19 bagi lingkungannya.

Achmad melanjutkan, ada 38 jamaah tablig akbar asal Banyumas yang berangkat ke Gowa. Pihaknya sedang melacak 38 orang tersebut di berbagai kecamatan. Hanya, baru 10 orang yang sudah menjalani rapid test.

Dari 10 jamaah yang dites, lima dinyatakan positif Covid-19. Tiga orang berasal dari Desa Kedungwringin, Patikraja; Kelurahan Purwanegara, Purwokerto Utara; dan Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan. Sisanya, dua orang berasal dari Desa Purbandana, Kecamatan Kembaran.

“Yang positif normal-normal saja, tidak kelihatan berpenyakit. Jadi orang tidak mengira dia itu carrier atau positif Covid-19,” tandas Achmad.

Seorang laki-laki meninggal mendadak saat sedang salat Jumat, di Bogor, Jumat (17/4). (Kumparan)
Seorang laki-laki meninggal mendadak saat sedang salat Jumat, di Bogor, Jumat (17/4). (Kumparan)

Satu orang meninggal saat salat Jumat di Bogor

Sementara itu, warga di Bogor dikejutkan dengan meninggalnya seorang laki-laki ketika melakukan salat Jumat di Masjid Al Atieq, Kampung Semplak Kaum, Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Jamaah yang baru melakukan rakaat kedua salat Jumat pun langsung berhamburan keluar masjid.

Insiden yang terjadi Jumat (17/4/2020) memicu kepanikan warga. Hal ini disebabkan oleh Kabupaten Bogor telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai dampak dari tingginya kasus penyebaran virus corona di daerah tersebut. Para warga pun diminta untuk melakukan ibadah di rumah aja dan mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur.

Ada baiknya di masa pandemi corona ini, kita beribadah di rumah masing-masing ya, Millens! (Idn/MG26/E07)