Sepi, Sebuah Dusun di Pati Hanya Dihuni 4 Kepala Keluarga

Sepi, Sebuah Dusun di Pati Hanya Dihuni 4 Kepala Keluarga
Ilustrasi: Sebuah dusun di Pati hanya punya 4 keluarga. (YouTube/Cak Mam)

Sebuah dusun di Pati, Jawa Tengah hanya punya 4 Kepala Keluarga (KK). Kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah ini menurun. Tadinya ada 7 KK, namun 3 di antaranya pindah ke dusun lain. Nggak heran, dusun ini sangat sepi.

Inibaru.id - Menjadi hal yang lumrah jika dusun-dusun yang ada di Pulau Jawa sangat padat penduduknya. Tapi, sebuah dusun di Pati, Jawa Tengah memiliki jumlah penduduk yang sangat nggak biasa, yakni 4 Kepala Keluarga (KK). Kok bisa sih sebuah dusun punya penduduk sedikit ini?

Dusun memang lebih kecil dari desa. Namun, tetap saja jumlah 4 keluarga untuk satu dusun sangatlah sedikit. Realitanya, hal ini benar-benar terjadi di Dusun Condro, Kelurahan Karangsumber, Kecamatan Winong, Pati. Di dusun ini kebanyakan juga isinya adalah sawah serta kebun.

Dulu, ada 7 keluarga yang tinggal di sini. Tapi, 3 di antaranya memilih pindah ke dusun lain yang lebih ramai. Nah, sekarang yang tersisa tinggal keluarga Sani, Suntoro, Giman, serta Paseman.

Sebenarnya, cukup beralasan jika dusun ini sepi peminat. Warga di Desa Karangsumber kurang tertarik membangun rumah di Dusun Condro karena akses jalan yang masih buruk. Sungguh ironis ya karena di tahun 2022 ini masih ada jalan di desa yang sempit dan hanya bisa diakses oleh sepeda motor. Sudah begitu, kondisi jalan masih berupa tanah alias belum diaspal.

“Kalau jalannya bagus (mungkin banyak orang mau tinggal di Dusun Condro). Tapi bagaimana lagi, kalau mau membangun rumah saja (truk pembawa) material nggak bisa masuk,” keluh Giman.

Akses jalan buruk membuat nggak ada warga yang mau tinggal di Dusun Condro. (Titter.com/tanahjoglolimas)
Akses jalan buruk membuat nggak ada warga yang mau tinggal di Dusun Condro. (Titter.com/tanahjoglolimas)

Kalau Ada Urusan Warga, Terpaksa Ikut Dusun Lain

Karena jumlah warganya yang sangat sedikit. Otomatis di Dusun Condro nggak ada RT sendiri. Mereka ikut RT dari dusun lain, tepatnya Dusun Karang Malang. Bahkan, Giman bercerita kalau sejak sebelum Indonesia merdeka, di dusun tempat dia tinggal hingga sekarang nggak mengenal sistem pemerintahan RT sama sekali.

Fyi, 4 keluarga yang tersisa di Dusun Condro ini berprofesi sebagai petani. Meski masih memiliki pencaharian, tetap saja mereka kesulitan untuk mendistribusikan hasil taninya karena akses jalan yang buruk.

Giman sendiri memilih untuk tetap bertahan di Dusun Condro meski suasananya sepi. Belum lagi kerepotan ketika harus membeli barang-barang kebutuhan rumah tangga karena harus ke dusun lain. Dia pun berharap nggak ada lagi keluarga yang berpindah ke dusun lainnya.

“Semoga (keluarga yang tinggal di dusun ini) tetap ada, dan tidak pindah semua,” harap Giman.

Kalau kamu, kira-kira bakal betah nggak jika tinggal di sebuah dusun di Pati yang hanya berisi 4 keluarga dengan akses jalan yang nggak bagus, Millens? (Mer/IB09/E05)