Seperti Apa Penerapan Protokol Kesehatan PON XX Papua?

Seperti Apa Penerapan Protokol Kesehatan PON XX Papua?
Penerapan protokol kesehatan di PON XX Papua. (Menpan/BNPB)

PON XX Papua digelar di masa pandemi Covid-19. Memang, kasus penularan virus sudah semakin melandai. Tapi, tetap saja penerapan protokol kesehatan (prokes) harus diterapkan dengan ketat. Seperti apa sih realita penerapannya di lapangan?

Inibaru.id – Setelah Liga 1 dan Liga 2 dimulai, kini gantian ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar. Mengingat kita masih di masa pandemi Covid-19, seperti apa ya protokol kesehatan PON XX Papua?

Dasarnya orang Indonesia memang doyan menonton pertandingan olah raga. Alhasil, PON XX Papua pun langsung jadi sorotan publik. Contohnya nih, kontroversi pertandingan futsal antara Tim Jawa Timur dan Tim Jawa Barat sudah bikin warganet Indonesia berdebat.

Selain itu, sejumlah pelanggaran protokol kesehatan (prokes) juga ikut-ikutan jadi sorotan. Contohnya ya, pertandingan sepak bola antara Tim Sulawesi Selatan dan Sumatra Utara pada Kamis (30/9) lalu di Lapangan Universitas Cenderawasih Mahacandra. Banyak suporter yang berkerumun dan nggak memakai masker. Panitia pun dianggap nggak tegas untuk menerapkan prokes.

Padahal, PON XX Papua sudah memiliki pedoman prokes yang diberikan langsung oleh Satgas Covid-19 lo. Contohnya nih ya, penonton diminta nggak berkerumun dan melakukan kontak fisik, mengurangi bicara apalagi berteriak, serta harus memakai masker.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pun angkat bicara terkait prokes di PON XX Papua. Dia menyebut prokes ini nggak hanya untuk atlet, relawan, panitia, dan pemerintah daerah, melainkan juga masyarakat, khususnya yang ada di sekitar lokasi dan yang ikut menonton.

“Penonton serta masyarakat di sekitar lokasi juga harus menjalankan prokes dan telah mendapatkan vaksinasi minimal dosis pertama,” tegas Wiku, Kamis (30/9).

Stadion Lukas Enembe, salah satu venue PON XX Papua. (Papuainside)
Stadion Lukas Enembe, salah satu venue PON XX Papua. (Papuainside)

Instruksi khusus dari Pemerintah Pusat juga sudah dikeluarkan ke lima bupati yang wilayahnya menyelenggarakan PON XX Papua ini. Bupati Jayapura misalnya, sudah diminta untuk membatasi penonton maksimal hanya 10 ribu orang, termasuk elemen-elemen penting seperti TNI Polri sebagai pengaman, tenaga kesehatan, hingga tamu-tamu penting.

Di daerah-daerah lain, venue juga hanya boleh diisi maksimal 25 persen dari kapasitas yang tersedia. Pemda juga harus ketat melakukan skrining terhadap semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PON.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit rabowo bahkan sampai turun tangan meninjau tiga arena untuk tenis, sepak bola, serta menyelam. Dia ikut memantau pemakaian aplikasi PeduliLindungi, khususnya bagi para penonton.

Di sisi lain, TNI dan Polri pun membantu Satgas Penanganan Covid-19 menggencarkan vaksinasi Covid-19 di area-area penyelenggaraan PON di Papua. Diharapkan, semakin banyak masyarakat yang divaksinasi.

“Ini agar rakyat papua sehat dan tidak mengalami gejala berat saat tertular Covid-19,” terang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Rabu (29/9).

FYI, Millens, di Kabupaten Jayapura, vaksinasi dosis pertama masih mencapai 58 persen dan dosis kedua cakupannya baru 36 persen. Sementara itu, di Kota Jayapura, cakupannya sedikit lebih banyak, yakni 65 persen untuk dosis pertama dan 39 persen untuk dosis kedua.

Semoga saja penerapan protokol kesehatan di PON XX Papua tetap konsisten sehingga ajang ini bisa berlangsung dengan aman dan lancar, ya Millens. (Rep/IB09/E05)