Seorang Pasien Meninggal, Pemkot Solo Berlakukan KLB Virus Corona

Seorang Pasien Meninggal, Pemkot Solo Berlakukan KLB Virus Corona
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menetapkan status KLB virus corona di Solo. ( Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Satu dari dua pasien positif corona di RSUD Dr. Moewardi Solo meninggal pada Rabu (11/3/2020). Pemkot Solo pun menetapkan status KLB virus corona dan memberlakukan beberapa langkah antisipasi.

Inibaru.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk virus corona atau COVID-19. Keputusan penetapan status ini disebabkan oleh meninggalnya satu dari dua pasien yang positif virus ini di RSUD Dr. Moewardi, Solo.

Status KLB ini diungkap oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo usai mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Loji Gandrung Solo pada Jumat (13/3) malam.

“Memutuskan, menetapkan Solo KLB virus corona. Suratnya sudah diputuskan malam. Besok pagi sudah kita keluarkan surat itu,” terang Rudy.

Selain penetepan status KLB, Pemkot Surakarta juga menerapkan langkah pencegahan virus corona seperti larangan kegiatan Car Free Day di setiap Minggu pagi serta diliburkannya sekolah SD dan SMP. Khusus untuk siswa SMA/SMK yang sedang menjalani ujian, akan diliburkan setelah ujian.

Pasien virus corona. (Imam Rosidin/Kompas)
Pasien virus corona. (Imam Rosidin/Kompas)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih telah menetapkan 62 orang untuk melakukan karantina mandiri selama 2 minggu. Mereka diketahui pernah melakukan kontak dengan pasien yang positif terpapar virus corona. Dari 62 orang yang dikarantina, 16 di antaranya adalah tenaga kesehatan dari RS Dr. Oen Kandang Sapi, 15 lainnya adalah tenaga kesehatan dari RS Dr. Oen Solobaru, dan 6 tenaga medis dari Klinik Mojosongo.

Selain tenaga medis, 12 orang yang merupakan keluarga pasien di Kadipiro, 6 orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan pasien di kawasan Semanggi, dan 7 karyawan pasien juga dikarantina.

Kedua pasien positif virus corona di Solo sempat mengikuti seminar di Bogor, Jawa Barat. Setelahnya, keduanya mengalami batuk, pilek, dan demam tinggi. Pada Minggu (8/3), keduanya dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi dan diisolasi. Salah satunya kemudian meninggal pada Rabu (11/3).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyarankan masyarakat lebih waspada demi mencegah penularan virus corona. (Humas Pemprov Jateng/Kompas)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyarankan masyarakat lebih waspada demi mencegah penularan virus corona. (Humas Pemprov Jateng/Kompas)

Menanggapi status KLB Solo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk melapor jika bertemu dengan orang yang diduga terpapar virus corona. Dia juga menyarankan masyarakat untuk menghindari tempat keramaian.

Ganjar juga memastikan pemerintah setempat sudah menutup empat toko yang terkait dengan pasien virus corona yang telah meninggal.

“Ada sekitar empat toko untuk kita minta ditutup dulu. Ada isolasi paling tidak selama sehari untuk dilakukan pengecekan full dari pemerintah,” terangnya.

Semoga saja virus corona bisa segera dikendalikan agar nggak semakin menyebar, ya Millens! (Kom/IB09/E06)