Seniman Mural Indonesia Ini Karyanya Sudah Mendunia

Seniman Mural Indonesia Ini Karyanya Sudah Mendunia
Salah satu karya dari seniman mural Indonesia yang sudah mendunia, The Popo. (whiteboardjournal)

Pembahasan tentang mural belakangan viral di media sosial. Nah, kita nggak bahas lagi kok soal graffiti 404: Not Found yang mengritik Presiden Jokowi. Tapi, kita justru membahas seniman mural Indonesia yang karyanya sudah mendunia. Siapa saja mereka?

Inibaru.id – Dalam sepekan terakhir, bahasan tentang mural dan graffiti ramai di kalangan warganet Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya mural yang mengritik Presiden Joko Widodo di Batuceper, Tangerang, Banten, dengan tulisan “404: Not Found”.

Kamu tahu kan istilah ini berasal dari internet, khususnya jika sebuah situs nggak bisa ditemukan. Nah, banyak yang menafsirkan hal ini seperti Jokowi nggak bisa ditemukan atau realisasi janji-janji politiknya yang nggak ditemukan. Satu hal yang pasti, mural itu sudah ditutup oleh aparat karena dianggap merendahkan presiden.

Selain itu, ada juga yang menganggap mural tersebut nggak berizin. Namun, ada juga yang menyebut mural itu sebagai karya seni dan kritik lewat mural sebaiknya tetap diperbolehkan. Perdebatan terkait hal ini pun lumayan ramai di media sosial.

Nah, daripada kita ikut-ikutan membahas soal kontroversi mural ini, kita bahas saja yuk sejumlah artis mural yang sudah cukup terkenal di Indonesia. Bahkan, karyanya sampai masyur hingga ke luar negeri, lo. Siapa ya mereka?

1.       Ryan Riyadi Alias The Popo

Ryan Riyadi. (Ist)
Ryan Riyadi. (Ist)

Salah satu street artist paling terkenal di Indonesia adalah Ryan Riyadi alias The Popo. Ciri khasnya adalah karakter dengan muka yang sangat unik. Pasti kamu sering lihat deh di mana-mana, baik itu di dinding-dinding pinggir jalan, atau bahkan dijadikan gambar di kaus-kaus yang dijual di pasaran.

Kamu tahu nggak, artis mural dengan karya yang cerdas, lucu, dan menyentil ini pernah mendapatkan penghargaan the Best Mural Artist? Ryan Riyadi mendapatkannya pada Tembok Bomber Award 2010 lalu, lo.

Di Singapura, The Popo pernah membuat karya mural bernama “Ngomongin tentang Singapura” dengan ukuran 60 kali 7 meter. Dahsyat, ya!

Nah, The Popo ini aktif juga di media sosial, lo, yakni di akun Twitter @thepopoh. Cuit-cuitannya nggak kalah menarik dengan karya muralnya.

2.       Adi Dharma Alias Stereoflow

Stereoflow, seniman mural Indonesia. (Sampaijauh.com/mldspot)
Stereoflow, seniman mural Indonesia. (Sampaijauh.com/mldspot)

Adi Dharma atau Stereoflow ini sudah menggambar mural di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Thailand, sampai Honng Kong. Sejumlah pameran bergengsi layaknya Pameran Korea – ASEAN 25th Anniversary 2014, Manifesto 2014: Keseharian d Galeri National Indonesia juga jadi ajangnya berkarya.

3.       Naufal Ashbar

Naufal Ashbar. (Sampaijauh/Tempo)
Naufal Ashbar. (Sampaijauh/Tempo)

Naufal Ashbar adalah lulusan Lasalla College of the Arts. Karya-karyanya dikenal memiliki unsur humor yang tinggi. Nah, karya-karya seninya dengan tema “Is This fate?” sempat dipamerkan di Art Porters gallery di Singapura.

Sejumlah kolektor seni dari Eropa, Afrika Selatan, serta Singapura juga sudah membelinya, lo. Dahsyat.

4.       Sinta Tantra

Sintra Tantra. (britishcouncil.id)
Sintra Tantra. (britishcouncil.id)

Seniman mural asal Bali ini sudah pernah menginstalasi karya seninya di Amerika Serikat, Prancis, hingga di sebuah jembatan yang ada di Sungai Thames, London. Karyanya pun mendapatkan pujian dari warga setempat.

Kini, karya-karyanya terpampang di sejumlah lokasi seperti Bristol Royal Children’s Hospital, Canterbury Christchurch University, serta London Borough of Camden.

Nggak nyangka ya, Millens, artis mural Indonesia ternyata keren-keren. Jadi, kalau kamu, setuju mural di jalanan atau nggak, nih? (Sam/IB09/E05)