Sempat Robohkan Pagar Gubernuran, Aksi Massa Aliansi Semarang Raya Berlangsung Kondusif

Sempat Robohkan Pagar Gubernuran, Aksi Massa Aliansi Semarang Raya Berlangsung Kondusif
Aksi massa mahasiswa Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kebijakan Pemerintah yang belakangan dianggap makin menyimpang membuat mahasiswa se-Semarang tergerak untuk melakukan aksi massa. Meski sempat mengakibatkan pagar Gedung Berlian roboh, demonstrasi masih berlangsung kondusif.

Inibaru.id - Pagi ini, Selasa (24/9/2019), ada yang berbeda dari rutinitas sebagian mahasiswa di Kota Semarang. Alih-alih kuliah, mereka memilih "ngampus" di jalanan, dengan titik kumpul di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Berasal dari sejumlah elemen masyarakat, termasuk mahasiswa se-Semarang dan sekitarnya, ribuan demonstran memenuhi Jalan Pahlawan hingga meluber ke Jalan Imam Bardjo, SH. Beragam warna jas almamater berbaur dengan kostum hitam yang menjadi "dress code" aksi dengan banyak tuntutan tersebut.

Untuk Kota Semarang, aksi sebesar ini adalah sebuah anomali. Antusiasme masyarakat, yang didominasi mahasiswa, begitu kentara. Mereka begitu bersemangat menyuarakan keluhan rakyat, seperti yang dilakukan Salsabila Luqman, peserta aksi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

“Gara-gara mau ikut aksi ini aku nggak bisa tidur tadi malam," tutur Salsa, sapaan akrabnya, yang mengaku baru kali ini turun ke jalan.

Nggak cuma turun ke jalan dan bersuara lantang, poster-poster sarkastis dengan kata-kata menggelitik juga mereka bentangkan. “Pemerintah mudeng nggak apa yang dikerjakan?”, atau “DPR udah benar tidur aja lah. Sekalinya kerja nggak ada yang bener” menjadi tulisan yang cukup bikin siapapun tersenyum simpul melihatnya.

Mahasiswa juga membawa teatrikal pocong. (Inibaru.id/ Audrian F)

Berorasi di Depan Kantor Gubernur

Setelah seluruh elemen masyarakat yang terkumpul dalam Aliansi Semarang Raya berkumpul, perwakilan demonstran kemudian berorasi di depan Gubernuran. Anthem pergerakan seperti "Darah Juang” dan “Mars Mahasiswa” nggak berhenti dinyanyikan. “Hidup Mahasiswa!” pekik mereka di sela-sela orasi.

Seperti di wilayah lain di Indonesia, aksi massa kali ini membawa beberapa misi, di antaranya menolak pengesahan RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, dan sejumlah produk RUU lain yang terkesan "dipaksakan" pengesahannya. 

Dalam aksi itu, massa juga memaksa Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menemui demonstran. Sebelumnya, Sukirman yang menjabat Wakil Ketua DPRD Jateng, sempat menemui demonstran.

Gayung tak kunjung bersambut, para demonstran tak juga bertemu Ganjar memaksa diri masuk kantor. Cuaca yang kian panas. Massa yang hilang kesabaran pun mendesak masuk, mengakibatkan robohnya pagar Kantor Gubernur Jateng.

Pagar Kantor Gubenur dan DPRD Jawa Tengah roboh. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ganjar Sambut Aspirasi Demonstran

Sempat sedikit kacau, peserta aksi mulai berangsur kondusif setelah Ganjar menemui mereka nggak lama kemudian. Mantan anggota DPR RI dari Partai PDIP itu menyambut aspirasi masyarakat dengan menandatangani daftar tuntutan.

“Teman-teman mahasiswa masih bisa dikondisikan. Mereka menyuarakan aspirasi dengan baik. Meski ada sedikit gesekan, ini masih batas wajar,” ucap Ganjar.

Hm, Semarang kondusif lagi! Semoga semua tuntutan diluluskan dan perjuangan peserta aksi di tengah terik matahari ini nggak sia-sia! (Audrian F/E03)