Melantai di BEI, Go-Jek Mungkin Pilih Backdoor Listing Daripada IPO

Setelah memantapkan diri sebagai salah satu startup unicorn, Go-Jek terus berusaha mengembangkan usahanya dengan mencoba melantai di bursa saham. Bukan via IPO, Go-Jek konon akan memilih backdoor listing. Apa itu?

Melantai di BEI, Go-Jek Mungkin Pilih Backdoor Listing Daripada IPO
Perusahaan Go-Jek. (Metrotvnews.com)

Inibaru.id - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) semula berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema initial public offering (IPO). Namun, belakangan perusahaan perantara jasa transportasi daring itu memantapkan pilihan dengan memilih skema yang berbeda. Mereka memilih jalan memutar, yakni dengan backdoor listing. Apakah itu?

Backdoor listing atau pencatatan lewat pintu belakang merupakan istilah aksi korporasi berupa akuisisi oleh perusahaan non-go public (non-Tbk) kepada perusahaan yang sahamnya tercatat di pasar modal dalam jumlah besar, sehingga seolah-olah perusahaan non-go public tersebut sudah hadir di pasar modal.

Baca juga:
Nggak Ada Kebocoran dan Penjualan Data Kartu SIM!
Marcus/Kevin Pertahankan Gelar All England

Seperti ditulis Kompas.com, Jumat (16/3/2018), Go-Jek secara nggak langsung akan melantai di bursa tanpa harus menggelar IPO. Hal ini dilakukan lantaran ada pemodal Go-Jek yang keberatan jika identitas dan modalnya diketahui oleh publik. Ditambah lagi investor perusahaan unicorn ini bervariasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kabar yang berembus, perusahaan yang diincar adalah PT Express Transindo Utama Tbk. Emiten dengan kode saham TAXI ini dipilih lantaran model bisnis TAXI juga bermitra dengan sopir sebagai pemilik kendaraan.

Namun, kabar tersebut segera dibantah Direktur Utama Express Transindo Utama Benny Setiawan.

"Nggak, nggak benar!" tegasnya.

Lebih Sulit

Seperti ditulis Tribunnews.com, Jumat (16/3), Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat memprediksi, Go-Jek agak sulit jika melantai dengan backdoor listing. Ini karena valuasi salah satu unicorn Indonesia itu yang sangat besar.

Baca juga:
Kisah Duo Polwan Ungkap Sindikat Perdagangan Manusia
Trie Utami Turut Serta dalam Kolaborasi Unik Dua Seniman Beda Latar Belakang

"Go-Jek akan lebih mudah kalau IPO," ungkap Samsul, Jumat (16/3).

Menurut dia, secara struktur agak sulit menemukan perusahaan yang bisa melakukan rights issue sebesar valuasi Go-Jek. Melakukan pemindahan aset bagi Go-Jek juga bukan perkara gampang lantaran aset Go-Jek juga cukup sulit dihitung. Aset yang dimiliki Go-Jek, lanjutnya, nggak sebesar valuasi Go-Jek di pasar. (AJ/GIL)