Seminggu Kuliah Daring, Begini Curhatan Mahasiswa Undip

Seminggu Kuliah Daring, Begini Curhatan Mahasiswa Undip
Ilustrasi kegiatan kuliah daring mahasiswa di kamar kos. (Inibaru.id/ Julia Dewi Krismayani)

Sudah seminggu lamanya kuliah daring dilaksanakan untuk mengurangi dampak penularan Covid-19. Bagaimana pandangan mahasiswa dan dosen sebelum dan sesudah melaksanakannya? Simak yuk!

Inibaru.id - Kuliah dan bimbingan daring telah dilaksanakan oleh Universitas Diponegoro (Undip), Semarang sejak Senin (23/3) untuk mengurangi penularan Covid-19. Sejak awal diputuskan, kebijakan tersebut menimbulkan beragam respons dari kalangan mahasiswa maupun dosen. Ada yang mengeluhkan keputusan tersebut hingga menjadikannya tantangan.

Seperti tanggapan Louissa Damayanti saat menanggapi Surat Edaran Rektor Undip Semarang No. 20/UN.7.P/SE/2020 tentang pelaksanaan kuliah daring.

"Kalau menurutku agak ribet kuliah online (daring) karena kita bimbingan skripsi, jadi lebih enak tatap muka supaya bisa tanya permasalahan kita," tutur Louissa (18/3) melalui aplikasi pesan singkat.

Respons yang serupa juga disampaikan oleh Fadhel Muhammad, mahasiswa program studi Arsitektur Undip mengenai bimbingan daring  yang akan dilaksanakan.

"Pastinya belum yakin, tapi aku sendiri ngerasainnya karena sebelumnya bimbingan tatap muka, untuk online (daring) jadi kurang feel-nya," tutur pria yang akrab disapa Fadhel itu (18/3).

Lain halnya dengan mahasiswa, menurut Lydia Christiani, S Hum, M Hum, dosen program studi Ilmu Perpustakaan, kuliah daring justru menjadi sebuah tantangan baru.

"Tantangan baru untuk belajar dengan teknik-teknik 4.0," jelasnya (20/3).

Sejak awal, kebijakan kuliah daring diputuskan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di lingkungan Undip dan mendukung kegiatan work from home (WFH). Meskipun teknologi informasi sudah mendukung kegiatan WFH, tetapi kuliah dan bimbingan tatap muka lebih digemari.

Namun karena ini demi kebaikan bersama, Dr Heriyanto, dosen program studi Ilmu Perpustakaan lebih memilih untuk kuliah daring.

"Dalam kondisi normal saya memilih tatap muka, tapi dalam kondisi seperti ini saya lebih memilih online (daring) dulu," tuturnya (20/3).

Kesan Minggu Pertama Kuliah Daring

Kuliah daring di Undip sudah dilaksanakan selama seminggu lebih. Meskipun begitu, kegiatan kuliah daring ini cukup memusingkan mahasiswa karena banyaknya tugas yang diberikan. Salah satu yang merasakannya adalah Avissa Chaerinda Yahya, mahasiswa program studi Sastra Inggris.

"Sebenarnya enak karena nggak perlu ke kampus, tapi nggak enaknya jadi tugas terus. Mungkin biar dosennya punya bukti kalau kita (mahasiswa) ikut kelasnya kali ya," tuturnya melalui aplikasi pesan singkat (31/3).

Selain itu, kuliah tatap muka rupanya masih dirindukan setelah mahasiswa melaksanakan kuliah daring selama seminggu. Hal ini diungkapkan oleh Rahma Ristianti mahasiswa program studi Keperawatan.

"Ya kuliah kayak biasa, presentasi, dosen menjelaskan, diskusi, cuman ya lebih enak tatap muka sih," tutur gadis yang akrab disapa Anti tersebut (31/3).

Kuliah daring bisa dibilang memang baru bagi civitas akademika Undip. Kemampuan adaptasi tinggi terhadap kuliah daring saat ini diperlukan melihat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jadi kalau kamu juga kuliah daring, dibetah-betahin dulu kangen ngampusnya ya, Millens. (Julia Dewi Krismayani/E05)